Senin, 18 April 2022

Singapore Smash, Menyambut Era Baru Tenis Meja

Sumber : olympics.com

Kalender bulan pertama telah dimulai. Perhatian penggemar tenis meja dunia tertuju pada event yang sudah lama ditunggu – tunggu. Event perdana WTT Grand Smash resmi dimulai. Tak diragukan lagi, daftar event tersebut menarik perhatian. Singapore Smash pertanda dimulainya era baru yang baik untuk olahraga ini. Pada hasil yang telah direkap, penggemar dapat melihat kembali beberapa hasil pertandingan utama yang diadakan di Singapura.

Tidak Aanya Kesalahan Jadwal Dalam Tahap Keberangkatan Atlet

Turnamen Singapore Smash merupakan pertandingan internasional yang belum dilaksanakan sebelumnya. Singapore Smash dipenuhi dengan laga internasional hingga berakhir dengan pertandingan tunggal pria yang penuh dengan kejadian tak terduga. Laga tersebut sangat emosional dan banyak pemain baru yang tampil gemilang.

Kekecewaan terjadi di pusat olahraga singapura pada ronde ketiga dan keempat. Hugo Calderano dan Tomokazu Harimoto gagal di rintangan pertama. Hugo Calderano (Brazil) dikalahkan oleh Joao Geraldo dari Portugal. Sementara itu, impian Harimoto dihancurkan oleh salah satu pemain andalan Amerika Utara, ‘Kanak Jha dengan set 3-1. Dua atlet besar telah gagal di putaran ke-64, tapi kegagalan yang dirasakan Calderano dan Harimoto hanyalah ketidakberuntungan belaja. Gagalnya kedua atlet besar tersebut hanya sebagian kecil dari drama event ini.

Fan Zhendong Kembali Mencetak Rekornya

Peringkat 1 dunia berhasil mempertahankan gelar juaranya. Fan Zendhong berhasil mengalahkan Yukiya Uda dan membawa tiket menuju final. Laga final tersebut mempertemukan dua pemain bintang asal Cina. Fan Zendhong dan The GOAT, Ma Long bertanding untuk memperebutkan posisi pertama. Ma Long merupakan peringkat 2 dunia dan menjadi lawan yang sepadan bagi Fan Zendhong. Pertandingan keduanya berhasil memikat penonton dengan kemampuan keduanya.

Dua atlet luar biasa, Fan Zendhong dan Ma Long saling mempertaruhkan segalanya untuk menjadi juara, namun hanya satu yang dapat merebut tahta juara. Setelah tujuh pertandingan yang mendebarkan, Fan Zhendong berhasil merayakan kemenangannya dengan spektakuler. Pertandingan tersebut berhasil membuat penonton terpukau. Laga tersebut berakhir dengan tujuh set dan menjadi perayaan Fan Zendhong atas kemenangannya.

Cheng Meng Turut Mempertahankan Tahtanya

Dalam misi merebut tahta juara satu dunia olimpiade, Chen Meng memfokuskan dirinya pada semi final terlebih dahulu. Chen Menh membalas kekalahan tujuh pertandingan kepada Wang Yidi di final piala WTT. Mencari skor untuk kemenangannya, Cheng Meng sempat diambang kekalahan oleh Wang Mayu. Akhirnya, Cheng Meng berhasil mempertahankan tahtanya di WTT Singapore Smash dengan susah payah.

Bijak Menentukan Bet Sebagai Senjata Utama Tenis Meja

sumber : blog.tabletennis11.com Bet  menjadi salah satu alat wajib dalam bermain tenis meja. Setiap bet memiliki komposisi kay...