Sumber : olympics.com
Kalender bulan pertama telah dimulai. Perhatian penggemar tenis meja dunia
tertuju pada event yang sudah lama ditunggu – tunggu. Event perdana WTT Grand Smash
resmi dimulai. Tak diragukan lagi, daftar event tersebut menarik perhatian. Singapore
Smash pertanda dimulainya era baru yang baik untuk olahraga ini. Pada hasil
yang telah direkap, penggemar dapat melihat kembali beberapa hasil pertandingan
utama yang diadakan di Singapura.
Tidak Aanya Kesalahan Jadwal Dalam Tahap Keberangkatan Atlet
Turnamen Singapore Smash merupakan pertandingan internasional yang belum
dilaksanakan sebelumnya. Singapore Smash dipenuhi dengan laga internasional hingga berakhir dengan pertandingan
tunggal pria yang penuh dengan kejadian tak terduga. Laga tersebut sangat
emosional dan banyak pemain baru yang tampil gemilang.
Kekecewaan terjadi di pusat olahraga singapura pada ronde ketiga dan keempat.
Hugo Calderano dan Tomokazu Harimoto gagal di rintangan pertama. Hugo Calderano (Brazil) dikalahkan oleh Joao Geraldo dari Portugal. Sementara itu, impian
Harimoto dihancurkan oleh salah satu pemain andalan Amerika Utara, ‘Kanak Jha dengan
set 3-1. Dua atlet besar telah gagal di putaran ke-64, tapi kegagalan yang dirasakan
Calderano dan Harimoto hanyalah ketidakberuntungan belaja. Gagalnya kedua atlet besar tersebut
hanya sebagian kecil dari drama event ini.
Fan Zhendong Kembali Mencetak Rekornya
Peringkat 1 dunia berhasil mempertahankan gelar juaranya. Fan
Zendhong berhasil mengalahkan Yukiya Uda dan membawa tiket menuju final. Laga final tersebut mempertemukan dua pemain bintang asal Cina. Fan Zendhong dan The GOAT, Ma Long bertanding
untuk memperebutkan posisi pertama. Ma Long merupakan peringkat 2 dunia dan
menjadi lawan yang sepadan bagi Fan Zendhong. Pertandingan keduanya berhasil
memikat penonton dengan kemampuan keduanya.
Dua atlet luar biasa, Fan Zendhong dan Ma Long saling mempertaruhkan segalanya
untuk menjadi juara, namun hanya satu yang dapat merebut tahta juara. Setelah tujuh
pertandingan yang mendebarkan, Fan Zhendong berhasil merayakan kemenangannya dengan
spektakuler. Pertandingan tersebut berhasil membuat penonton terpukau. Laga
tersebut berakhir dengan tujuh set dan menjadi perayaan Fan Zendhong atas
kemenangannya.
Cheng Meng Turut Mempertahankan Tahtanya
Dalam misi merebut tahta juara satu dunia olimpiade, Chen Meng memfokuskan
dirinya pada semi final terlebih dahulu. Chen Menh membalas kekalahan tujuh
pertandingan kepada Wang Yidi di final piala WTT. Mencari skor untuk
kemenangannya, Cheng Meng sempat diambang kekalahan oleh Wang Mayu. Akhirnya, Cheng Meng
berhasil mempertahankan tahtanya di WTT Singapore Smash dengan susah payah.