Senin, 25 April 2022

Banana Flick, Teknik Apik yang Terinspirasi dari Buah

sumber : tabletennisday.com

Hari pisang dunia diperingati setiap 20 April. Perayaan buah tersebut turut mempengaruhi permainan tenis meja. Nama buah ini menjadi teknik dalam tenis meja. Biasanya, teknik ini digunakan untuk membuka serangan. Pemain mengangkat siku dan memutar pergelangan tangannya ketika menggunakan teknik ini.

Pisang, menjadi buah yang namanya menjadi teknik pukulan paling mengesankan dalam dua dekade ini dengan nama “Banana Flick”. Sering kali diberi julukan “chiquita” setelah salah satu perusahaan pisang terbesar di dunia mengetahui teknik ini. Banana flick telah menjadi salah satu teknik yang digunakan di pertandingan tenis meja selama tiga dekade. Teknik ini terus dikembangkan dan mengubah alur permainan tenis meja.

Atlet pertama yang terlintas untuk mencetuskan nama teknik ini adalah Petr Korbel. Korbel adalah dalang di balik teknik ini dan salah satu yang mempraktikkan banana flick ke pertandingan resmi. Teknik ini muncul tahun 1991. Teknik ini menyebabkan beberapa masalah serius untuk tim pria Cina di kejuaraan tenis meja dunia Chiba, Jepang. Alasan banana flick memicu rasa takut kepada tim Cina sangat sederhana. Jika Korbel menerima service dengan banana flick, lawan dengan grip penhold tidak dapat menghasilkan tenaga dengan backhand mereka.

sumber : wtt.com

Teknik ini itu ditemukan awal tahun 90-an dan di tahun 20-an. Hanya berselang 10 tahun, teknik ini sudah tersebar ke seluruh dunia. Salah satu atlet profesional yang menyempurnakan teknik ini adalah Zhang Jike. Zhang adalah pemain yang bergaya pukulan modern. Dengan gerakan pergelangan tangan yang halus dan gerakan kaki yang sempurna, Zhang melepaskan pukulan hebat dengan banana flick. Teknik tersebut membawanya sebagai juara olimpiade dan juara dunia.

Saat ini, banyak pemain yang menggunakan banana flick dengan tujuan memenangkan pertandingan dengan cepat. Lin Yun-Ju adalah atlet model baru saat ini yang sedang naik daun. Tidak ada service aman dari bintang Cina Taipei yang dapat menerima bola pendek dan mengubahnya menjadi serangan mematikan.

Pukulan ini telah berkembang dari waktu ke waktu dan sekarang menjadi senjata wajib bagi setiap atlet tenis meja. Pada praktiknya, pukulan ini mengubah total pada permainan service tenis meja. Dengan putaran pergelangan tangan yang besar, memungkinkan untuk menyerang setiap service yang berputar ke samping dengan mudah. Hal ini menyebabkan pukulan backhand dipaksa untuk beradaptasi dan akan menghasilkan pukulan backhand yang lebih kuat.

Baru-baru ini, terdapat variasi lain yang terinspirasi dari teknik banana flick. “Banana split” menjadi versi lain dari teknik banana flick. Perbedaan dasarnya, banana split memiliki putaran bawah yang besar.


Rekapitulasi Perempat Tahun : Atlet Muda Tampil Spektakuler di Doha

sumber : en.people.cn

Perempat tahun ini, WTT Contender Doha menyuguhkan pertandingan yang spektakuler. Banyak atlet muda tampil gemilang dan mencapai puncak kejayaannya. Beberapa pemain mendapatkan sorotan berkat aksi hebatnya pada WTT Youth Series. Bagian ketiga dan terakhir dari seperempat rekap pertandingan kembali berita utama
.

Zhao dan Qian Menyelesaikan Pertandingan Dengan Baik

Zhao Zihao adalah pemain yang selalu menepati janjinya untuk mengangkat piala kategori tunggal pria. Namun, pemuda berusia 25 tahun itu harus bekerja keras untuk meraih kesuksesannya. Zhao berhasil menjauhkan skornya pada perempat final dan semi final sebelum meraih kemenangan dengan mengalahkan Yuan Licen.

Di sisi lain, dewi fortuna sedang berpihak pada Qian Yianyi. Hanya membutuhkan tiga pertandingan untuk membuatnya meraih piala tunggal wanita dengan mengalahkan Liu Weishan. Qian berkesempatan untuk menunjukkan kehebatannya pada pertandingan ganda. Berpasangan dengan Xu Yingbin, mereka tampil baik dalam pertandingannya.

Penebusan Bagi Finalis yang Gagal

Peringkat terluar, Yuan memulai laganya dengan luar biasa dalam babak kualifikasi dan berakhir sebagai juara tunggal pria. Yuan mengalahkan peringkat enam dunia, Lin Yun-Ju dan pemain top Jerman.

Seperti halnya Yuan, Fan Siqi nyaris gagal meraih gelar juara di awal pertandingan dengan mendapatkan posisi runner-up di WTT Contender Muscat 2022. Fan Siqi mengalahkan sesama pemain Cina, Zhang Rui dan berakhir dengan kemenangan apik.

Juara dunia, Kristian Karlsson dan Mattias Falck memamerkan dominasinya di kelas mereka pada pertandingan ganda pria. Sementara itu, pemain muda Jepang, Miyuu Kihara dan Miyu Nagasaki mencuri perhatian penonton pada pertandingan ganda wanita. Lin Yun-Ju dan Cheng I-Ching menyambut kesempatan lain untuk lebih mengembangkan kemistri mereka untuk menambahkan koleksi piala ganda campuran mereka.

Hairmoto, Goda dan Lebrun Tampil Menonjol pada Pertandingan Junior

WTT Youth Series tampil menonjol di bulan Maret. Pertandingan tersebut menjadi indikator pemain muda bertalenta pada Ibukota Qatari untuk pertandingan calon bintang muda WTT Doha 2022. Miwa Harimoto, adik dari superstar Jepang, Tomokazu, mengalahkan pesaingnya dan menjadikan dia sebagai pemain yang paling sukses di Jepang. 

Hana Goda, 14 tahun, mencapai puncak baru dalam karirnya saat membawa pulang piala tunggal U-19 kategori wanita pertamanya di WTT Youth Star Contender Otocec 2022. Kompetisi itu juga terbukti sebagai pengalaman yang menguntungkan bagi Alexis Lebrun. Lebrun mengungguli pesaingnya dalam kategori tunggal pria U-19 dan ganda campuran.


Majalah Penggemar Tenis Meja Resmi Dikeluarkan ITTF

sumber : ittf.com

Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) merilis sebuah majalah. Majalah tersebut merupakan publikasi baru untuk penggemar tenis meja di seluruh dunia. Majalah edisi pertama tersebut berfokus pada pertandingan individu beserta atletnya. Edisi pertama majalah ITTF sudah tersedia secara digital.

Majalah digital baru ini akan menampilkan konten dan gambar tenis meja secara ekslusif. Konten majalah tersebut meliputi pemain saat ini, pemain dengan talenta menjanjikan beserta sosoknya dari tahun-tahun lalu, fakta dan sosok pemain yang yang baru-baru ini mendapatkan sorotan pada jadwal pertandingan internasional, dan berita dari seluruh ITTF Group.

Majalah ITTF ini dijadwalkan rilis pada perempat tahun ini, meliputi April, Juli, Oktober, dan Januari. Dalam edisi pertama ini, berfokus pada pertandingan individu. Atlet yang memiliki performa baik akan mendapatkan bagian khusus untuk ditampilkan di majalah. Bagian sampul pertama didedikasikan untuk Aida Dahlen. Aida merupakan atlet paralimpik yang mendapatkan medali emas di Tokyo 2020. Cerita inspiratif Aida membuat dia tampil di bagian depan majalah ITTF.

Jun Mizutani dan Ding Ning telah meramaikan pertandingan di seluruh dunia selama hampir dua dekade. Panjangnya waktu sebagai pemain profesional, membuat mereka harus pensiun. Kabar pensiun mereka menjadi awal sejarah dalam tenis meja modern. Kabar tersebut turut dimuat dalam majalah ITTF.

Akan tetapi, jika periode waktu yang panjang tetap terjadi, bahkan sampai 80 tahun lamanya, tidak ada seorang pun yang dapat menandingi Hans Soova. Kisah hidupnya begitu mengesankan sepanjang masa. Soova menjelaskan bahwa tenis meja adalah penyelamatnya. Soova menganalogikan seperti penciptaan sebuah film Hollywood yang luar biasa. “Kebenaran lebih asing daripada fiksi” ucapnya.

Sebaliknya, terdapat beberapa pemain yang lebih muda. Para atlet muda begitu bersemangat dalam kehadiran mereka meramaikan pertandingan yang  turut mereka rasakan tahun lalu. Dari benua Eropa, nama Iulian Chirita dan Annett Kaufmann menarik perhatian bagi penggemar tenis meja. Sedangkan dari Amerika Latin, Nama Santiago Lorenzo dan Daniela Fonseca menjadi sosok atlet yang mendapat sorotan di benuanya.

Para pemain muda yang menjanjikan hadir menjelang akhir tahun 2021, mereka telah banyak hadir meramaikan pertandingan. Ibukota Amman di Yordania menyediakan tempat tinggal untuk minggu-minggu ITTF yang paling sukses.

Berbagai konten tersebut hadir pada majalah ITTF. Banyak informasi baru yang dimuat dalam majalah ITTF edisi pertama ini.


Pesta Olahraga Persemakmuran 2022 Digelar Tiga Bulan Lagi

sumber : mgoalindo.com

Pesta Olahraga Persemakmuran merupakan ajang olahraga multinasional. Pesta olahraga yang diadakan empat tahun sekali ini kembali digelar tahun ini. Tiket untuk setiap olahraga kembali dijual pada pertandingan persemakmuran di Birmingham 2022. Lokasi tersebut memiliki kenangan tersendiri bagi tenis meja dunia
.

Pertandingan ini diadakan di pusat pameran nasional (NEC) pada Jumat, 29 Juli 2022. Cabang tenis meja menjadi salah satu pilihan 19 olahraga yang muncul pada event yang dalam waktu 11 hari penuh dengan kompetensi. Seluruh jadwal dinyatakan penuh. Total terdapat 15 events yang dipertandingkan. Jumlah terbesar terdapat dalam kompetisi tenis meja sejak olahraga ini pertama kali dikompetisikan dalam quadrennial gathering tahun 2002 di Manchester.

Selain itu, terdapat dua event lagi selain tahun 2018 ketika Gold Coast, Australia, menjadi tuan rumah acara tersebut. Tujuh kategori kompetisi yang akan muncul di Manchester berupa, tim pria, tim wanita, tunggal pria, tunggal wanita, ganda pria, ganda wanita, ganda campuran. Berbeda dengan Gold Coast, wheelchair (kursi roda) event turut hadir pada kompetisi ini.

Di kota Australia, para-kompetisi hanya dipertandingkan untuk pemain tetap, kelas 6-10 di setiap tunggal pria dan wanita. Di Birmingham, untuk pria, kategori berdiri terdapat di kelas 8-10, untuk kelas wanita 6-10. Dalam kompetisi kursi roda, untuk pria dan wanita terdapat di kelas 3-5.

Jadwal pertandingan yang berlokasi di pusat kota yang terdapat pengairan tersebut sangat ideal. Hanya sedikit lokasi ideal untuk berkompetisi, seperti Birmingham yang digunakan untuk event besar. Bandara internasional berada tepat di depan pintu lokasi event. Bandara tersebut dapat diakses selama lima menit dengan berjalan kaki dari stasiun kereta Api Internasional Birmingham dan berlokasi di persimpangan no. 6 pada M42, di jantung sistem jalan raya nasional.

Tiket untuk setiap olahraga kembali dijual pada event ini. Antusiasme penonton cukup besar pada event tersebut. Pesta olahraga yang diadakan empat tahun sekali ini memiliki atmosfer tersendiri bagi penikmat olahraga. Penggemar tenis meja turut meramaikan pesta olahraga ini untuk mendukung tim favoritnya ketika berlaga.

Tak diragukan lagi, sebuah peristiwa yang akan kembali terkenang dalam event tersebut. Lokasi tersebut memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah tenis meja. NEC dibuka oleh ratu HRH Elizabeth II pada Senin, 2 Februari 1976. Acara internasional pertama yang akan digelar di tempat baru tersebut, meliputi kejuaraan tenis meja dunia tahun 1977.


Vishwa Deenadayalan, Atlet India Bertalenta Tewas Dalam Kecelakaan Taxi

sumber : gosports.com.my

Vishwa Deenadayalan, atlet muda asal India bertalenta, tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada Minggu 17 April. Kematiannya membuat gempar komunitas tenis meja seluruh dunia. Teman setimnya ikut terluka parah saat kejadian tersebut. Jadwal pertandingan tim India pada WTT Youth Contender terpaksa batal.

Vishwa Deenadayalan, atlet tenis meja berusia 18 tahun dari Tamil Nadu, meninggal dalam kecelakaan lalu lintas ketika melakukan perjalanan dari Guwahati ke Shillong dengan taksi pada  Minggu, 17 April 2022. Informasi tersebut diungkap oleh Table Tennis Federation of India (TTFI).

Dalam kecelakaan tersebut, Vishwa bepergian dengan tiga rekan timnya dari Guwahati ke Shillong untuk pertandingan peringkat 83 Senior Nasional dan kejuaraan tenis meja antar negara. Sebelumnya, pertandingan tersebut dijadwalkan pada hari Senin. Ramesh Santosh Kumar, Abinash Prasannaji Srinivasan dan Kishore Kumar, tiga orang lainnya yang pergi bersama Vishwa, menderita luka patah. Untungnya, kondisi mereka dinyatakan stabil oleh dokter yang menangani ketiganya.

“Sebuah trailer dengan 12 roda, datang dari arah yang berlawanan melewati jalan Penybagi dan menabrak taksi di Shangbangla. Kejadian tersebut persis setelah pos pemeriksaan Umliy dan terjun ke ngarai,” ungkap Table Tennis Federation of India (TTFI).

Sopir taksi yang membawa tim India tersebut tewas di tempat. Sementara Vishwa dinyatakan tewas oleh Institusi Kesehatan dan Penelitian Indira Gandhi yang menanganinya. Vishwa dan tiga rekan timnya dilarikan ke rumah sakit oleh pihak penyelenggara dengan bantuan pemerintah Meghalaya.

Anggota klub tenis meja Krishnaswamy di Anna Nagar mengatakan, Vishwa telah meraih keberhasilan tingkat nasional kelas cadet dan kelas junior. Khususnya bulan Februari ini, Vishwa memenangkan gelar tunggal U-19 pria di turnamen nasional Dehra Dun. Dijadwalkan bertanding dalam turnamen WTT Youth Contender Linz akhir bulan ini, Vishwa menerima pujian tinggi dari Sharath Kamal Achanta, pemain yang hampir dua dekade telah menjadi atlet harapan India.

Vishwa, anak asuh dari Krishnaswamy Table Tennis Club di Anna Nagar, dilatih oleh Ramnath Prasad dan Jai Prabhu Ram. The Ace Paddler (Sharath Kamal) menilai Vishwa sebagai seorang atlet muda yang berbakat dengan membawa banyak ekpektasi untuk membawa India ke kanca internasional.

ITTF Group menyampaikan belasungkawa dengan tulus kepada semua anggota keluarga Deenadayalan dan Federasi Tenis Meja India (TTFI).



Direktur Baru Polimedia, Raih Pencapaian Melalui Program Pendidikannya


Direktur baru Polimedia menjelaskan pencapaian selama menjabat Direktur Polimedia. Upgrade sistem terintegrasi juga dilakukan untuk tenaga pengajar dan mahasiswa dalam aktivitas pendidikan. Polimedia juga meluncurkan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat Polimedia (SISPEDIA). Pencapaian ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Dr. Tipri Rose, Direktur Polimedia berhasil menerapkan sistem baru untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Sistem akademik SIAK 4.0 hadir sebagai pemutakhiran sistem sebelumnya. Upgrade sistem akademik terbaru ini, memiliki banyak keunggulan dibanding sistem sebelumnya.

“Sekarang, kami berhasil membuat sistem SIAK untuk menggantikan sistem SIAKAD. Sistem terbaru ini terintegrasi dengan finance dan tidak berdiri sendiri. Tampilan sistem ini juga lebih eye cathing. Sistem ini dapat diakses melalui mobile, sehingga tidak perlu mengakses melalui laptop. Compile mahasiswa, dosen, dan orang tua juga tersedia dalam sistem ini.” jelas Direktur Polimedia, Dr. Tipri Rose Kartika saat jumpa pers di Jakarta (21/04).

Dalam sisi penelitian, Polimedia baru saja meluncurkan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat Polimedia (SISPEDIA), sistem ini digunakan untuk penerimaan proposal penelitian dan pengabdian dosen, serta monitoring pelaksanaan kegiatan dan laporan serta iuarannya.

“Dalam sisi penelitian, Polimedia sudah sosialisasi penelitian dosen yang menggunakan compile Polimedia. Penelitian tersebut berbasis terapan. Jadi, semua penelitian dosen harus menciptakan produk yang berasal dari problem di masyarakat untuk menciptakan solusi tersebut.” ucap Tipri.

Silica Gel, merupakan produk yang berhasil Polimedia buat. Produk tersebut merupakan pengawet makanan yang berasal dari nata de coco yang dikeringkan. Inovasi Silica Gel tersebut untuk menggantikan pengawet makanan berbahan kimia. Silica Gel berbahan nata de coco ini digadang-gadang lebih aman dan biodegradable.

Pencapaian lain Direktur Polimedia adalah saat membuka penerimaan mahasiswa baru dengan jalur SBMPN dan SBMPTN dengan masing-masing kuota 40% dan 30% yang dibuka dari tanggal 11 April hingga 26 Juni 2022. Tahun ini, Polimedia mengalami peningkatan 32,38 % pendaftar dibandingkan tahun 2021, sedangkan untuk pendaftar jalur SNMPTN juga naik sebesar 12,04 %.


Senin, 18 April 2022

Dominasi Generasi Baru Tenis Meja Dunia

Sumber : ettu.org

Awal tahun 2022 ini, banyak penggemar telah menyaksikan beragam aksi yang sangat menarik. Di antara liku-liku pertandingan, penggemar juga melihat banyak nama baru yang mulai menampilkan potensi mereka sebagai atlet pendatang baru. Banyak bintang baru yang berpotensi naik ke level lebih tinggi
.

Miyuu Kihara (Jepang) 17 Tahun

Miyuu Kihara memiliki posisi yang baik sebagai atlet muda. Kihara menunjukkan kemampuan terbaiknya pada beberapa pertandingan bulan lalu. Kihara memperlihatkan sekilas harapan di WTT Feeder Doha 2022 di mana dia mencapai semifinal dengan cukup baik. Hasil pertandingannya di WTT Feeder Doha 2022 cocok dengan kemenangan atlet internasional, Jeon Jihee dan Miyu Kato.

Yuan Licen (Cina) 21 Tahun

Pemain lain, Yuan Licen berhasil tampil gemilang. Baru-baru ini, Yuan mengalami peningkatan signifikan di daftar ranking dunia. Dalam sebulan terakhir, atlet berumur 21 tahun asal Cina itu telah naik ke posisi 278 dunia. Tidak heran untuk melihat kenaikan performanya secara pesat. Yuan menunjukkan tekadnya untuk meraih kemenangan. Yuan merupakan salah satu pesaing top di event WTT Feeder, Doha. Yuan melawan lima peringkat tertinggi dan berhasil bertahan sebagai runner-up tunggal pria.

Alexis Lebrun (Perancis) 18 Tahun

Tak dapat dipungkiri lagi, Lebrun menjadi atlet muda yang sedang menuai sorotan. Peringkatnya naik meleset dan kini berhasil menyalip Tomakazu Harimoto sebagai posisi pertama. Bintang Perancis itu membuat kemajuan signifikan dalam transisi ke pertandingan senior, tapi Lebrun masih belum apa-apa dibanding seniornya. Penggemar telah menganggap Lebrun layak memasuki jenjang yang lebih tinggi. Lebrun tampil gemilang di WTT Contender Doha. Dengan meraih kemenangan tujuh dari delapan pertandingan tunggal untuk mencapai semifinal tunggal pria, Lebrun patut dipuji.

Yukiya Uda (Jepang) 20 Tahun

Nama Yukiya Uda tak lepas dari daftar pesaing baru yang tengah mendapat sorotan. Berhasil mencapai semifinal di WTT Singapore Smash, Uda menuai banyak pujian. Di umur ke 20 tahun, Uda merupakan tim muda Jepang yang memiliki bakat gemilang. Penonton terus mengingat Uda yang tampil bersinar pada final kejuaraan dunia tahun lalu di Houston. Uda berpasangan dengan Shunsuke Togami dan berhasil meraih perunggu pada pertandingan ganda pria. Meraih posisi sebagai runner-up di Infinity Arena, Uda menjadi atlet tenis meja terbaik pada pertandingan individu.


PPN Naik, Peralatan Tenis Meja Kian Meroket

Sumber : unsplash.com

Pemerintah resmi menaikkan PPN menjadi 11 persen. Hal tersebut mempengaruhi kenaikan harga peralatan tenis meja. Sebagian besar penjual turut menaikkan barang jualannya dengan beragam. Banyak pembeli yang kaget bahwa peralatan tenis meja mengalami kenaikan yang cukup besar
.

1 April 2022, pemerintah resmi menaikkan PPN menjadi 11 persen. Kenaikan PPN tersebut dirasakan hampir setiap sektor. Penjualan peralatan tenis meja turut terkena imbasnya. Produk tenis meja yang diimpor dari luar negeri akan mengalami kenaikan. Masih terdapat penjual yang tetap menjual dengan harga sebelumnya.

“Semenjak PPN naik, semua barang tenis meja ikut naik. Apalagi kenaikan biaya material dari pihak produsen, otomatis harga produknya juga ikut naik” ucap Gunawan, penjualan toko tenis meja.

Menurutnya, di luar masalah Ukraina dan Rusia harga barang sudah banyak yang naik. Produk Eropa menjadi yang terbesar dalam kenaikan harganya. Produk karet asal Eropa maupun Jepang menjadi produk yang harganya naik secara merata. Produsen asal Cina pun ikut menaikkan produknya. Dampak inflasi yang kian meningkat, perlahan dirasakan bagi sektor olahraga.

“Karet Eropa yang sebelumnya saya jual 450 ribu, sekarang jadi 475-500 ribu. Banyak juga pembeli yang kaget saat mengetahui harga karet naik. Karet Cina yang harganya murah juga ikut naik. Pembeli harus beradaptasi dengan kenaikan harga produk tenis meja” ucap Gunawan.

Kenaikan harga peralatan tenis meja turut mempengaruhi persediaan barang. Bahan baku yang sulit, hingga efek perang Rusia-Ukraina turut mempengaruhi produksi. Penjualan blade ikut naik akibat ketersediaan kayu yang semakin berkurang. Efek embargo perang juga menyulitkan produsen untuk mendapatkan bahan baku.

“Harga blade ikut naik, bukan hanya karet. Contohnya produk Butterfly Viscaria, sebelumnya saya jual di harga 2,2 juta, sekarang jadi 2,3 juta. Naik seratus ribu. Stok blade juga sedang susah. Mungkin pengaruh stok bahan baku yang berkurang dan efek perang” ucap Gunawan.

Meski berada pada kenaikan produk tenis meja, masih terdapat toko yang mempertahankan harga sebelum mengalami kenaikan PPN. Toko yang fokus berjualan secara online, hanya sebagian kecil dagangannya yang menaikkan harganya. Perbedaan supplier menjadi faktor utama penjual dalam menentukan harganya. Harga di setiap toko biasanya saling berbeda satu sama lain.

“Beda toko, biasanya beda harga juga. Ada yang belum menaikkan harga dagangannya, ada juga yang sudah. Biasanya kami sebagai penjual mengikuti harga dari supplier. Penjual barang secara online biasanya tidak menaikkan harga secara signifikan. Berbeda dengan penjual offline. Mereka perlu membayar uang sewa, makanya harganya cenderung lebih mahal dibanding toko online.” ucap Gunawan.




Ternyata Berbeda, Jangan Samakan Karet Cina Dengan Karet Eropa

Sumber : blog.tabletennis11.com

Karet Cina memiliki perbedaan yang mendasar dibanding karet Eropa. Perbedaan tersebut menghasilkan kecepatan dan putaran bola yang berbeda. Kedua jenis karet digunakan berdasarkan karakter setiap pemain. Perbedaan harga karet cina dan jepang cukup signifikan
.

Pada dasarnya, karet Jepang/Eropa digunakan pada backhand oleh beberapa pemain. Karet Eropa memiliki karakter spons lebih lembut. Setiap pabrik telah memberikan tune (penyesuaian) terhadap karet yang diproduksi. Hal tersebut memicu karet yang memiliki spons berpori dan empuk. Lapisan atas pada karet Eropa bertekstur licin dan kenyal.

Berbeda dengan karet Eropa, karet Cina memiliki spons yang keras. Hal tersebut membuat karet ini cocok untuk forehand. Karet Cina tradisional, tidak mendapatkan tune dari pabriknya. Seiring perkembangan zaman, produsen mulai memberikan tune pada karet ini agar dapat beradaptasi dengan gaya bermain modern. Lapisan atas karet Cina sangat lengket dan cukup keras. Hampir semua karet Cina memiliki lapisan atas yang lengket dan berbanding terbalik dengan karet Eropa.

Karet Cina memiliki kelebihan pada putaran yang dihasilkan. Semakin banyak tenaga yang dikeluarkan, semakin banyak pula putaran yang dihasilkan. Efek akselerasi yang dihasilkan juga besar berdasarkan putaran bolanya. Pantulan karet Cina lebih linear. Semakin linear bola, maka permainan akan semakin agresif. Berdasarkan karakter tersebut, atlet profesional biasanya menggunakan karet Cina untuk forehand.

Perbedaan cukup signifikan terjadi pada karet Eropa. Bola yang dihasilkan karet Eropa lebih cepat dibanding karet Cina. Mekanisme backhand yang pendek, sangat membutuhkan karet yang cepat. Hanya dengan sedikit tenaga, karet Eropa dapat memiliki putaran yang banyak. Namun, efek akselerasi yang diberikan karet Eropa sangat kecil dibanding karet Cina. Pantulan yang dihasilkan biasanya tinggi dan melengkung. Pemain yang mengadopsi teknik Eropa, biasanya cocok menggunakan karet ini.

Banyak penjual toko yang menganjurkan pemain untuk membeli karet berdasarkan karakter bermain. Pemain yang bijak, biasanya mencari terlebih dahulu karet yang cocok sebelum membelinya. Melihat karakter dari kedua jenis karet tersebut, kebanyakan penjual merekomendasikan karet eropa untuk backhand, sedangkan karet Cina cukup jarang yang memakainya pada backhand.

“Kalau saya, akan merekomendasikan karet Eropa buat backhand. Sedangkan karet cina, jarang ada yang mau memakainya. Tapi, biasanya saya akan merekomendasikan karet cina untuk forehand bagi yang ingin mencoba karet cina. Tapi, biasanya saya menganjurkan karet sesuai kemauan pembeli” ucap Gunawan, salah satu pemilik toko tenis meja.

Tidak selamanya atlet profesional memakai satu jenis karet saja. Banyak pemain Cina yang menggabungkan karet Cina untuk forehand dan karet Eropa untuk backhand. Hal tersebut menyesuaikan dengan karakter setiap pemain. “Untuk pemain Indonesia, kebanyakan menggunakan karet eropa untuk kedua sisinya” ucap Gunawan.

Perbandingan harga kedua karet tersebut cukup signifikan. Karet Cina dijual dengan harga yang relatif murah. Karet eropa kebanyakan memiliki harga yang relatif mahal, bahkan mencapai jutaan.



Momen Ulang Tahun Miu Hirano yang Tak Terlupakan

Sumber : id.wikipedia.org

April, bulan spesial bagi Miu Hirano. Hirano tidak hanya merayakan ulang tahunnya ke-22 pada hari ini pada 14 April. Besok juga menandai ulang tahun kelima pada keberhasilannya menaklukkan benua yang paling menantang: kejuaraan asia. Momen tersebut menjadi hal tak terlupakan di minggu-minggu ulang tahunnya.

Menjadi unggulan peringkat 10, Hirano adalah peringkat luar dalam lomba tunggal wanita Asia tahun 2017 di Wuxi, Cina. Banyak pemain bintang yang memimpin atlet remaja dengan peluang lebih tinggi. Namun, Hirano tidak dapat diremehkan, terutama setelah mendapatkan kemenangan yang bergengsi di piala dunia wanita tahun 2016. Hasil tersebut, membuat pesaingnya tak berkutik.

Pertandingan pembukaan yang penuh hiruk pikuk, Hirano menargetkan kemenangan atas Wuxi dan tampil mendominasi di awal pertandingan. Satu demi satu, pesaing Hirano melangkah maju, dan sebagian lagi gagal. Jinnipa Sawebasah (Thailand), Lee Zion (Korea), dan Cheng I-Ching (Cina Taipei) gagal menghadapi permainan “Hurricane” dari Hirano.

Tepat lima tahun yang lalu, 14 April, Hirano merayakan ulang tahun ke-17 dan mengantongi salah satu hadiah terbaik yang pernah dia terima. Saat menghadapi juara dunia dan olimpiade, Ding Ning kala itu, Hirano berhasil membalikkan dua set pertandingan melawan “Queen of Heart” dalam laga pertandingan yang apik. Hirano mengamankan lima poin pertandingan untuk memenangkan pertandingan keempat yang menegangkan. Hirano bertanding dengan baik sampai akhir. Dia menyelesaikan kemenangannya dengan membalikkan keadaan yang memukau (3-11, 12-14, 11-9, 16-14, 12-10).

“Saya sangat bahagia dan terkejut dapat meraih kemenangan.Saya tidak pernah berpikir bahwa Saya bisa mengalahkan pemain Cina, apalagi membalas tiga set berturut-turut. Kompetisi ini membuat saya merasa bahwa perbedaan tingkat kita telah menyempit, dan saya akan berusaha lebih keras untuk membuat perbedaan ini lebih kecil di antara kita.” Hirano Miu

Melihat perkembangan Hirano yang siginifikan, hal tersebut tidak boleh diremehkan. Kesuksesannya di Wuxi, menunjukkan bahwa menjadi pemain ketiga dari tim Jepang untuk mengangkat piala begitu sulit. Terkahir kali, tim Jepang berhasil mengantongi piala sejak kejuaraan asia dipertandingkan ulang di bawah bendera Asian Table Tennis Union (ATTU) tahun 1972. Hirano juga berhenti menunggu selama 21 tahun untuk memenangkan pertandingan atas Chire Koyama yang berhasil juara tahun 1996.

Tak diragukan lagi, kenangan tersebut menjadi pencapaian yang baik pada karirnya. Kampanye kemenangan Miu Hirano di Wuxi membantu mendorong statusnya ke puncak tinggi sebagai salah satu pesaing paling tangguh di benua Asia. Sekarang, memasuki tahun ke-23 nya, diperkirakan Hirano terus menggapai karier yang sukses dengan mengandalkan potensi yang dimilikinya.

Ratu Tenis Meja di Setiap Benua Yang Memukau

Sumber : metz-tt.com

Minggu ke-15, peringkat tenis meja dunia ITTF telah dipublikasikan. Sudah tidak ada lagi laga minggu ini untuk dipertandingkan para atlet. Hal ini merupakan kesempatan untuk melihat siapa yang mendominasi di wilayahnya. Tiap benua memiliki atlet andalan yang mengisi peringkat teratas ITTF.

Benua Afrika, Dina Mashref (Mesir) Peringkat 40 Dunia

Dina Meshref terus berdiri teguh di antara pemain terbaik dunia. Mashref terus memperlihatkan kemampuannya pada Olimpiade Tokyo 2020. Mashref terus melaju hingga ronde 32. Banyak poin yang terkumpul pada posisi semi-finalis pada ITTF African Championships 2020 di Kamerun. Meshref terlihat memukau dan akhirnya menjadi ratu afrika dalam waktu dekat. Mashref merupakan pemain konsisten dalam seri WTT. Mashref berhasil mencapai putaran ke-16 di WTT Contender 2021 dan putaran ke-32 di WTT Contender Doha I 2021. Mashref memiliki potensi untuk naik ke peringkat yang lebih tinggi.

 Benua Asia, Cheng Meng (China) Peringkat 1 Dunia

Tiga minggu lalu, Chen Meng berhasil merebut kembali tahtanya sebagai peringkat 1 juara dunia dengan susah payah. Hal ini merupakan kemenangannya di Singapore Smash secara perdana dan membuatnya tetap berada di puncak. Di samping itu, bintang Cina ini telah mengumpulkan banyak poin dalam beberapa waktu lalu. Cheng Meng berhasil sampai ke semifinal pada dua kejuaraan dunia Houston dan final piala WTT tahun 2021 di Singapura. Chen Meng telah berada di posisi No.1 dan mempertahankan posisinya di saat yang tepat. Untuk sekarang, Cheng Meng adalah ratu tenis meja di Benua Asia.

Benua Eropa, Yin Hang (Jerman) Peringkat 14 Dunia

Cukup banyak impian tahun 2022 untuk Ying Han asal Jerman. Tidak ada cara yang lebih baik untuk membuktikan kemampuan dengan saling bertanding. Han mampu memenangkan Top-16 Eropa dengan mengamankan posisi ke-12 sebagai peringkat puncak di Eropa. Tapi, kemampuannya tertahan di luar Benua Eropa. Qatar terbukti sebagai kota yang membuat Jerman sukses. Perwakilan Jerman tersebut berharap menuju final tunggal wanita pada Contender Star Doha 2022.

Amerika Latin, Adriana Diaz (Puerte Rico) Peringkat 10 Dunia

Di luar atlet Asia, Adriana Diaz terus menjadi pemain peringkat tertinggi di dunia. Eropa tidak berhasil mendapatkan kebanggaan, melainkan Puerte Rico lah yang menjadi harapan baru bagi Amerika Latin. Pemenang kejuaraan 2021 ITTF Pan American Championships, Diaz tampaknya tak tertarik pada tanah kelahirannya. Di luar benua Amerika Latin, kemenangan beruntun terus terjadi. Sementara itu, beragam gelar berada di luar jangkauannya. Pertandingan putaran ke-16 Singapore Smash dan final kejuaraan tenis meja dunia telah terkunci di peringkat 10. Diaz gagal melaju ke babak selanjutnya. Banyak pesaing yang lebih tangguh dan unggul dari dirinya.

Singapore Smash, Menyambut Era Baru Tenis Meja

Sumber : olympics.com

Kalender bulan pertama telah dimulai. Perhatian penggemar tenis meja dunia tertuju pada event yang sudah lama ditunggu – tunggu. Event perdana WTT Grand Smash resmi dimulai. Tak diragukan lagi, daftar event tersebut menarik perhatian. Singapore Smash pertanda dimulainya era baru yang baik untuk olahraga ini. Pada hasil yang telah direkap, penggemar dapat melihat kembali beberapa hasil pertandingan utama yang diadakan di Singapura.

Tidak Aanya Kesalahan Jadwal Dalam Tahap Keberangkatan Atlet

Turnamen Singapore Smash merupakan pertandingan internasional yang belum dilaksanakan sebelumnya. Singapore Smash dipenuhi dengan laga internasional hingga berakhir dengan pertandingan tunggal pria yang penuh dengan kejadian tak terduga. Laga tersebut sangat emosional dan banyak pemain baru yang tampil gemilang.

Kekecewaan terjadi di pusat olahraga singapura pada ronde ketiga dan keempat. Hugo Calderano dan Tomokazu Harimoto gagal di rintangan pertama. Hugo Calderano (Brazil) dikalahkan oleh Joao Geraldo dari Portugal. Sementara itu, impian Harimoto dihancurkan oleh salah satu pemain andalan Amerika Utara, ‘Kanak Jha dengan set 3-1. Dua atlet besar telah gagal di putaran ke-64, tapi kegagalan yang dirasakan Calderano dan Harimoto hanyalah ketidakberuntungan belaja. Gagalnya kedua atlet besar tersebut hanya sebagian kecil dari drama event ini.

Fan Zhendong Kembali Mencetak Rekornya

Peringkat 1 dunia berhasil mempertahankan gelar juaranya. Fan Zendhong berhasil mengalahkan Yukiya Uda dan membawa tiket menuju final. Laga final tersebut mempertemukan dua pemain bintang asal Cina. Fan Zendhong dan The GOAT, Ma Long bertanding untuk memperebutkan posisi pertama. Ma Long merupakan peringkat 2 dunia dan menjadi lawan yang sepadan bagi Fan Zendhong. Pertandingan keduanya berhasil memikat penonton dengan kemampuan keduanya.

Dua atlet luar biasa, Fan Zendhong dan Ma Long saling mempertaruhkan segalanya untuk menjadi juara, namun hanya satu yang dapat merebut tahta juara. Setelah tujuh pertandingan yang mendebarkan, Fan Zhendong berhasil merayakan kemenangannya dengan spektakuler. Pertandingan tersebut berhasil membuat penonton terpukau. Laga tersebut berakhir dengan tujuh set dan menjadi perayaan Fan Zendhong atas kemenangannya.

Cheng Meng Turut Mempertahankan Tahtanya

Dalam misi merebut tahta juara satu dunia olimpiade, Chen Meng memfokuskan dirinya pada semi final terlebih dahulu. Chen Menh membalas kekalahan tujuh pertandingan kepada Wang Yidi di final piala WTT. Mencari skor untuk kemenangannya, Cheng Meng sempat diambang kekalahan oleh Wang Mayu. Akhirnya, Cheng Meng berhasil mempertahankan tahtanya di WTT Singapore Smash dengan susah payah.

Senin, 11 April 2022

Gilang Maulana, Atlet Dengan Segudang Prestasi

sumber : mediaindonesia.com

Petenis meja asal Palembang, Gilang Maulana, menjadi salah satu atlet yang banyak digemari permain tenis meja. Berkat kepiawaiannya bermain tenis meja, ia berhasil mengumpulkan banyak medali bergengsi. Gilang juga aktif membagikan ilmunya melalui kanal YouTube pribadinya.

Gilang Maulana, atlet tenis meja kebanggaan Indonesia. Pria kelahiran Palembang, 16 November 1990, aktif menjadi atlet tenis meja hingga sekarang. Gilang merupakan anak sulung dari dua bersaudara, anak dari pasangan Satria Sani (PNS Dinas Koperasi Palembang) dan almarhumah Nyayu Ayucik. Gilang tinggal di Kenten Sako sebelum akhirnya pindah ke Jakarta tahun 2009.

Gilang mulai bermain tenis meja sejak kecil. Ia mendapatkan pelatihan tenis meja oleh Erian Yusuf dan beberapa pelatih lain. Dalam latihannya, Gilang turut ditemani orang tuanya sendiri. Dari situlah awal mula karier Gilang sebagai atlet tenis meja. Sosok pelatih tersebut menjadi orang yang paling Gilang hormati. Berkat Erian Yusuf, Gilang menjadi atlet tenis meja.

Beranjak dewasa, Gilang pindah ke Klub Gudang Garam yang berlokasi di Jawa Timur tahun 2000. Pada masa tersebut Gilang mulai memupuk prestasi. Tahun 2007, Gilang sempat menjuarai event dunia junior. Hal tersebut sangat membanggakan bagi dirinya dan Indonesia. Prestasi tersebut menjadi batu loncatan dalam meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Tahun 2012, Gilang kembali memboyong medali emas PON. Lagi, Gilang kembali mengukir prestasinya sebagai atlet tenis meja. Pertama kalinya menjuarai kejurda, dikontrak oleh Gudang Garam. Sebagai catatan, Gilang pernah mengalahkan pemain dunia asal Cina, Fang Bo. Pada kejuaraan Asia Junior di Singapura 2007.

Prestasi lain telah Gilang ukir seperti juara III Seagame 2015 Singapura, meraih medali emas Pon 2016 di Jabar, meraih juara 1 antar master di Jakarta 2018 dan sebagai juara I Qatar Pro Tour 2007 di Qatar. Prestasi tersebut membuat Gilang menjadi atlet tenis meja kebanggaan Indonesia. Tanggal 24 Maret 2022, Gilang mendapatkan kesempatan untuk seleksi SEA Games Vietnam 2022. Sayang, Gilang gagal dalam kesempatan tersebut. Adiknya, Bima Abdi Negara maju sebagai perwakilan Indonesia dalam SEA Games Vietnam.

Prestasi Gilang membuat sponsor meliriknya. Akhirnya merk peralatan tenis meja asal Korea Selatan, Xiom, menawarkan sponsor kepada Gilang. Secara resmi Gilang menjadi sponsor Xiom sebagai Xiom Indonesian Star. Gilang berhasil mengenalkan sponsor tersebut dan turut menjualkan produknya.

Gilang aktif memberikan coaching melalui kanal YouTube miliknya. Banyak video tutorial hingga teknik yang ia bagikan kepada penonton secara cuma-cuma. Gilang memiliki harapan agar tenis meja Indonesia menjadi maju dan banyak melahirkan bibit-bibit muda sebagai generasi pengharum bangsa.

Alexis Lebrun, Petenis Meja Muda yang Naik Tahta

sumber : ouest-france.fr

Alexis Lebrun saat ini menduduki peringkat 1 pada World Youth Table Tennis. Lebrun berhasil menyalip Tomakazu Harimoto, pemain muda asal Jepang yang sebelumnya menduduki
peringkat 1. Performanya yang baik, membuat Lebrun menjadi sorotan bagi penggemar tenis meja dan menjadi penantang baru dalam pertandingan senior.

Lebrun berhasil menggulingkan pemain bintang dengan merebut posisi pertama Tomokazu Harimoto dari tahtanya dan mengambil alih sebagai atlet muda terbaik dunia. Lebrun berhasil mendapatkan sorotan karena prestasinya. Lebrun memenangkan kontes bintang muda WTT di Tunisia, kemudian mengambil gelar lain di Otocec. Lebrun mencetak 4500 poin secara total dengan dua kemenangan saja. Skor tersebut digabung dengan pertandingan semi final pada 2022 WTT Contender Doha dan WTT Feeder, Dusseldorf II.

Lebih dari 1000 poin untuk dua pertandingan tersebut. Bisa terlihat bahwa Alexis Lebrun merupakan pemain hebat yang sedang dalam puncak karirnya. Poin tidak berbohong. Pada tahun 2022, persentase kemenangannya meroket. Karirnya menduduki 70% persentase kemenangan, tapi tahun ini Lebrun dalam fase yang kurang baik. Lebrun hanya meraih 28 kemenangan dari 33 pertandingan, total 85% presentasi kemenangan dari Lebrun.

Kehebatan Alexis Lebrun membuat Prancis, negara asalnya mendominasi dan turut dipertanyakan tentang kehebatannya. Lebrun berasal dari keluarga pemain bintang tenis meja. Bakat yang dimiliki Lebrun sudah mendarah daging dari orang tuanya. Lebrun memiliki cara memegang blade yang unik. Lebrun menggunakan unorthodox grip yang posisi telunjuk dan jari tengah menghadap ke belakang blade.

Lebrun memiliki tembakan forehand yang matang dan tidak takut untuk bermain aman. Lebrun akan membalas pukulan ketika mendapatkan momentum yang tepat. Pada gerak kakinya, Lebrun mencari sudut yang tepat untuk kakinya berpijak. Lebrun melakukan langkah tersebut agar memudahkan dalam menerima bola yang sulit. Hal tersebut menjadi ciri khas Lebrun dalam bermain tenis meja.

Terdapat penggambaran lain untuk mengetahui teknik yang digunakan Alexis Lebrun. Memiliki service bola yang hebat, menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki Lebrun. Lebrun begitu terampil dalam mencari celah lawan. Jenis service Lebrun penuh dengan kejutan dan variatif, seperti hook, backhand pendulum, dan tomahawk. Service tersebut menjadi senjata dalam memberikan tekanan kepada lawannya.

Lebrun memiliki target untuk menuju peringkat dunia yang lebih tinggi lagi. Saat ini, Lebrun berada pada peringkat 214 dunia, naik 24 peringkat dari minggu sebelumnya. Jika Lebrun berhasil mempertahankan posisi di tim Perancis, maka posisinya di karier profesional akan mudah meroket. Sekarang, penggemar tenis meja akan melihat performa dari penantang baru tersebut di kanca internasional.

Tenis Meja Dunia Disorot Lembaga Kesehatan Dunia

sumber : pikiran-rakyat.com

7 April merupakan hari kesehatan dunia yang dirayakan di seluruh dunia setiap satu tahun sekali. Tanggal tersebut menandai hari berdirinya organisasi kesehatan dunia pada tahun 1948. Hal ini memberikan kesempatan untuk menarik perhatian pada efek positif dari olahraga tenis meja. Tenis meja merupakan olahraga untuk semua kalangan dan sangat baik bagi kesehatan bagi yang menekuninya.

WTT merupakan pendukung sekaligus penggemar bagi ITTF Foundation di mana mereka berperan aktif dalam kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di United Nation. Tujuan global ini yaitu menyiapkan rencana untuk membantu memperbaiki kehidupan orang-orang di seluruh dunia.

Terdapat 17 tujuan yang saling terkait dengan yayasan ITTF dalam memberikan perhatian khusus kepada 3,4% populasi di tahun 2030. Hal tersebut untuk mengurangi sepertiga kematian dini dari penyakit non-menular melalui pencegahan dan pengobatan. ITTF turut menyebarkan sayembara kesehatan mental dan kesehatan fisik. Salah satu cara ITTF dengan melakukan sayembara melalui Kejuaraan Tenis Meja Dunia ITTF Parkinson (WTTC).

ITTF Parkinson’s WTTC diadakan tahun 2019 di Pleasantville, Amerika Serikat secara perdana. Event tersebut bertujuan untuk menggunakan event tenis meja sebagai jembatan untuk meningkatkan kesadaran atas manfaat kesehatan dalam bermain tenis meja bagi orang-orang pengidap Parkinson. Event tersebut berhasil dilaksanakan. Event tersebut tidak hanya menambah aktivitas gerak pada pengidap Parkinson, melainkan dapat memberikan relasi bagi mereka yang mengidap Parkinson dan membagikan pengalamannya. Total 62 orang dari 12 negara berbeda berpartisipasi dalam acara tersebut.

2022 ITTF Parkinson’s WTTC kembali diadakan di Pula, Kroasia tanggal 30 September - 3 Oktober 2022. Kesempatan ini akan digunakan untuk menampilkan olahraga tenis meja sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Hal ini merupakan komitmen dari ITTF Foundation terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut, diharapkan menjadi rencana tetap pada agenda tenis meja dunia untuk menciptakan event yang berfokus pada kesehatan dunia.

ITTF mendapatkan perhatian khusus bagi penggemar maupun organisasi kesehatan dunia. Aksi mereka yang sukses menggelar event kesehatan menjadi batu loncatan untuk mempopulerkan tenis meja sebagai olahraga yang penuh manfaat.

Rekapitulasi WTT Perempat Tahun : Permulaan yang Fantastis

sumber : facebook.com

Empat bulan lalu menjadi musim 2022 yang menarik. WTT sudah menghadapi banyak pokok pembicaraan, mulai dari tahap atlet pemuda yang terus berkembang sampai puncak karier pemain bintang. Melihat events tiga bulan terakhir, cukup adil untuk mengatakan ada banyak proses, jadi berikut ringkasan singkat tentang musim yang telah menampilkan banyak aksi terbaik.

WTT Feeder Series

Dusseldorf, Jerman sebagai tuan rumah untuk pembukaan event final kejuaraan dunia 2017 menyambut pemain dari seluruh dunia untuk back-to-back acara seri WTT Feeder dari 12 - 20 Januari. Pihak penyelenggara menyediakan platform utama di acara WTT. Seri Feeder menyediakan kesempatan bagi kompetitor untuk membuka akun pribadi mereka agar tidak tertinggal informasi.

Robert Gardos dari Austria tidak bisa menampilkan awal yang baik untuk tahun ini. Dengan umur 43 tahun, Robert berhasil memboyong piala tunggal dan ganda pada kejuaraan WTT Feeder Düsseldorf I. Di samping itu, Barbora Balazova, Slovakia terkesan berusaha keras untuk kejuaraan tunggal wanita. Barbota mematahkan hati penggemar dengan kekalahan atas Chantal Mantz dan Shan Xiaona dalam perjalanannya menuju juara.

Youth Star (Bintang Muda)

Seri WTT Youth Star tampil untuk pertama kalinya pada awal Februari, ketika banyak pemain muda hebat dari olahraga ini berkumpul di Rades, Tunisia untuk kejuaraan WTT Youth Star Contender Tunis 2022. Pertandingan tersebut berhasil menampilkan Alexis Lebrun dalam penampilan yang mendominasi. Lebrun berhasil mengalahkan pemain baru kelas atas, Adrien Rassenfosse U-19 pada kejuaraan tunggal putra.

Elena Zahara turut mendapatkan gelarnya pada kejuaraan U-19 putri di Tunisia. Pencapaian tersebut berhasil membuat peringkatnya naik. Kabar baik tidak berhenti pada bintang muda asal Romania. Elena berhasil mengulangi kembali pencapaian yang telah diraih pada Youth Contender dan berhasil mengoleksi 6 piala.

Chinese Star

Dengan seri WTT Feeder dan Youth yang sedang berlangsung, waktu untuk mempertemukan kembali para bintang telah dimulai. WTT mempertemukan pesaing dengan para senior profesional yang telah lama ditungggu untuk pertandingan WTT Contender Muscat 2022 dari 27 Februari - 5 Maret.

Dua pemain yang ingin mempertahankan status mereka sebagai bintang utama Cina, Liang Jingkun dan Lin Gaoyuan bertemu secara langsung dalam pertaruhan yang tinggi. Liang berhasil tampil gemilang untuk mengalahkan lawannya dengan set 4-1. Liang berhasil mengumpulkan ke-tiga gelarnya pada WTT Contender.

Indonesia Targetkan 12 Medali Emas Cabang Tenis Meja pada ASEAN Para Games

sumber : tirto.id

Indonesia berpeluang raih 12 medali emas cabang olahraga tenis meja pada ASEAN Para Games XI 2022 di Jawa Tengah, Juli mendatang. Keyakinan tersebut dikuatkan dengan potensi yang dimiliki setiap atlet tenis meja. Segala persiapan telah matang dalam menyambut ASEAN Para Games XI Juli mendatang.

Dikabarkan, Indonesia menyiapkan 32 atlet untuk bertanding dalam ASEAN Para Games XI 2022 di Jawa Tengah. 32 atlet tersebut terdiri dari 21 atlet putra dan 11 atlet putri. Para atlet telah dipersiapkan dengan mengikuti program pelatihan nasional (Pelatnas) APG XI di Jateng. Pelatihan intensif diberikan oleh pelatih dan instruktur untuk memaksimalkan potensi meraih medali emas. Hal ini dikutip dari Pelatih Tenis Meja NPC Indonesia, Bayu Widihapsara Purba di Hartono Trade Centra, Solo Baru Sukoharjo, Selasa 5 April 2022.

Bayu menargetkan Indonesia dapat memboyong 12 emas,18 perak, dan 17 perunggu dari 40 nomor yang dipertandingkan dalam cabang olahraga tenis meja. Medali tersebut ditargetkan pada pertandingan tunggal, ganda, ganda campuran, dan beregu. Masing-masing atlet telah disortir untuk mewakili Indonesia dalam empat kategori pertandingan tenis meja.

David Jacobs (TT10) menjadi andalan untuk meraih medali emas. David Jacobs berhasil membawakan medali pertama untuk Indonesia dengan merebut medali perunggu pada cabang olahraga tenis meja nomor 10 tunggal putra. David juga berhasil tampil baik pada Asian Games 2018 yang berlangsung di Indonesia. Melihat prestasi tersebut, David diharapkan tampil gemilang pada ASEAN Para Games XI 2022.
Di antara atlet yang diharapkan meraih emas adalah David Yacobs (TT10), Totok Hardiyanto (TT5), Ryan Prahasta (TT8), Sella Dwi Radayana (TT10), Suwarti (TT8), dan Ana Widyasari tunai graita (TT11).
Thailand digadang-gadang menjadi lawan yang berat bagi Indonesia dan sudah mendaftarkan 36 atletnya pada APG XI di Jateng. Terdapat 12 atlet di antaranya telah mengikuti Paralimpiade Tokyo 2020. Di samping itu, Indonesia berhasil menyamai peraihan APG 2017 di Malaysia dengan 14 emas, 10 perak dan empat perunggu.

“Kami berharap atlet tenis meja NPC Indonesia bisa melampau hasil yang ditargetkan 12 emas pada APG XI di Jateng atau menyamai hasil APG Malaysia beberapa waktu lalu,” ucap Bayu.

Bayu mengatakan pelatnas dan latihan tetap berjalan selama bulan puasa ini. Latihan tersebut tidak berat guna menjaga kondisi atlet selama berpuasa. Latihan service menjadi prioritas dalam pelatnas ini.

ASEAN Para Games XI 2022 di Jawa Tengah akan diikuti sebelas negara Asia Tenggara yaitu Thailand, Malaysia, Philipina, Singapura, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, Brunei, Laos, Vietnam dan tuan rumah Indonesia. ASEAN Para Games XI akan digelar Juli mendatang.

Miwa Harimoto, Atlet Wanita Muda Baru Siap Menjadi Penantang

sumber : butterfly-global.com

Atlet muda wanita kelahiran Tokyo, Jepang menjadi sorotan atas prestasi yang dicapainya. Miwa menjadi atlet tenis meja terbaik U-15 dan menyandang banyak gelar. Miwa siap berkarir lebih tinggi lagi sebagai penantang baru di kanca internasional.

Lahir pada 16 juni, 2008 di Sendai, sebuah kota di timur laut Tokyo, Miwa mewariskan darah keluarganya sebagai atlet tenis meja. Miwa merupakan adik perempuan dari atlet muda hebat, Tomakazu Harimoto. Awal mulanya, mereka berdua sudah memainkan tenis meja sejak masih belajar berjalan. Saat itu, mereka bermain di meja makan dan bakat Miwa sudah terlihat sejak saat itu.

Kedua orang tua Miwa adalah pemain tenis meja profesional dari provinsi Sichuan, Cina. Ibunya, Rin, adalah atlet yang paling banyak mendapatkan kesuksesan. Rin bersaing dengan atlet bernama Zhang Ling dan mencapai peringkat 27 dunia. Pada puncak karirnya, Rin berkompetisi untuk Cina di kejuaraan tenis meja dunia tahun 1995 di Tianjin. Saat bertanding pada tunggal putri, Rin dikalahkan dengan telak. Rin kalah dari Rika Sato, atlet Jepang pada ronde 64 dengan skor yang telak 3-0 (21-9, 21-9, 21-14). Setelah pindah ke Jepang bersama suaminya, Rin ingin melihat anak-anaknya melanjutkannya kesuksesan kariernya dengan melihat potensi anak-anaknya.

Miwa memulai pelatihan tenis meja secara profesional pada umur dua tahun. Kesempatan pertamanya sebagai atlet nasional tiba tahun 2014 All Japan Table Tennis Championship. Miwa berkompetisi di divisi Bambi, divisi untuk anak-anak berusia 8 tahun ke bawah. Miwa berhasil menyelesaikan kompetisinya dengan meraih medali perunggu. Miwa mendapat pelajaran dan perbaikan dari kompetisi tersebut. Tahun 2015 di usia 7 tahun, Miwa mengambil dua langkah ke podium untuk mengklaim gelar juara nasional pertamanya.

Tiga tahun kemudian, tahun 2018, bakatnya diuji dan Miwa lulus dengan skor bagus. Miwa kembali ke podium nasional dan podium global. Langkah selanjutnya adalah melihat apakah keterampilannya bisa membuatnya tampil di dunia dan bukan sekadar di tanah airnya.

Debut internasional Miwa terjadi tahun 2018 di China Junior dan Cadet di Taicang. Miwa berhasil melangkah ke final untuk menghadapi perwakilan Hong Kong, Chelsea Chan Shiu Lam. Dia mengalahkan Lam dalam lima pertandingan di final dan mengambil mahkota pada divisi Cadet. Hal ini menjadi yang pertama dari sekian banyaknya perwakilan jepang yang sejauh ini telah menambahkan tujuh gelar dengan namanya. Hal ini termasuk juara tiga di kejuaraan tenis meja remaja dunia tahun 2021, medali emas dalam kejuaraan U15, ganda dan campuran di Portugal. Dengan melihat prestasi tersebut, peringkat Miwa turut naik.

Tenis meja telah mendarah daging bagi marga Harimoto. Tapi, ketika hal tersebut menyangkut nama keluarga, Miwa menjadi tertantang untuk membuktikan kesuksesannya bukan berasal dari nama keluarganya. Apalagi kakaknya adalah atlet tenis meja peringkat 5 dunia.

“Saya tidak ingin berada dalam bayang-bayang kakak saya,” ucap Miwa. “Saya ingin bekerja keras dan mengharumkan nama saya sendiri” sambungnya.
Miwa sudah mengasah taringnya di kejuaraan internasional dan di usianya yang baru 13 tahun, Miwa memiliki banyak waktu untuk terus berkembang.

 “Aku ingin memenangkan medali emas di olimpiade dan menjadi yang terbaik di dunia.” ucap Miwa.

Lihatlah dunia. Cerita Miwa baru saja dimulai!

Jumlah Penayangan Turnamen WTT Raih Angka Fantastis

Sumber : worldtabletennis.com

Acara WTT baru terhitung lebih dari setengah miliar tayangan daring. Hal ini merupakan pertama kalinya dalam turnamen besar di Singapura dalam sejarah baru tenis meja. Acara ini membangkitkan kesuksesan pada penayangan di televisi dan platform digital. Bukti tersebut menjadi tanda bahwa tenis meja telah memasuki era baru.

Penggemar tenis meja dunia telah menyaksikan aksi pertandingan di Singapura yang memukau selama dua minggu dan terus terpaku pada platform penayangan tersebut. Menyiarkan di 196 platform streaming, acara ini meraih banyak penonton mencapai 160 juta lebih dengan jangkauan terhitung lebih dari 400 juta.

Hal tersebut menjadi kesuksesan besar pada penayangan di media sosial (Facebook, YouTube, Instagram, Twitter). Segala upaya dilakukan dalam meluaskan penayangan konten tenis meja pada semua platform tersebut dan mendapatkan keuntungan dari setiap penayangan. Di samping itu, WTT menyediakan asosiasi anggota dan atlet yang menampilkan konten unik setiap harinya untuk meningkatkan jangkauan dan membantu para pemain agar dapat berinteraksi dengan setiap fans.

Turnamen Singapore Smash menetapkan standar yang tinggi untuk edisi perdananya dengan jumlah berkisar pada kejuaraan tenis meja dunia. Hal ini berhasil mengumpulkan lebih dari setengah miliar tayangan dan 54 juta penonton. Angka tersebut merupakan jumlah yang besar dalam sejarah tenis meja.

Infinity Arena berhasil mendapatkan perhatian pada pertandingan karena tampilan stadium yang dibuat modern dan futuristik. Infinity Arena menandakan tenis meja adalah olahraga yang modern. Kabar baiknya, Infinity Arena akan hadir pada semua WTT Grand Smash, Final WTT Cup dan WTT Champions.

“Kami sangat puas! Ini merupakan rating yang mengesankan untuk kompetisi perdana,” ucap Matt Pound, direktur pelaksana WTT. “Ini merupakan indikator kuat pada ketertarikan setiap fans untuk aksi tenis meja di seluruh dunia. WTT benar-benar hidup tahun ini, dan kami bercita-cita untuk lebih tinggi lagi dalam penyelenggaraan acara berikutnya.” sambungnya.

Tenis meja dunia (WTT) Grand Slam membentuk fondasi pada seri WTT. Turnamen Singapore Smash adalah yang pertama dari empat pilar baru untuk tenis meja profesional dan akan menjadi pertunjukan ikonik yang menandakan dimulainya musim tenis meja tahunan.

Senin, 04 April 2022

Arif, Pemain Tenis Meja yang Tak Mengejar Prestasi Lagi

Potret foto bersama Arif (sebelah kiri)

Terkadang, di usia tertentu menjadi pembatas dalam menjalankan hobi atau aktivitas lain. Beberapa orang akan membatasi aktivitas tersebut sering bertambahnya urusan serta waktu. Hal tersebut berlaku bagi atlet sekalipun. Bertambahnya usia membuat beberapa atlet yang mampu menjalankan hobinya dengan sebatas menyalurkan waktu, bukan untuk meraih prestasi.

Hal tersebut dialami oleh pemain tenis meja yang bernama Arif. Bernama lengkap Arif Rahman Munajad, seorang pemain tenis meja asal Jakarta. Arif tinggal di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Saat ini Seif masih aktif bermain tenis meja di skala kampung. Ia juga turut bermain tenis meja di berbagai lokasi.

Pria yang lahir di Jakarta, 29 Agustus 1991, mulai bermain tenis meja sejak duduk di bangku SMP. Lahir di keluarga yang hobi bermain tenis meja membuat Arif tertarik untuk belajar bermain tenis meja. Arif mulai mempelajari dasar bermain tenis meja dari ayahnya. Bermula mengikuti hobi keluarganya, Arif tertarik untuk mempelajari tenis meja lebih dalam.
Untuk pertama kalinya, Arif bergabung dengan PTM (persatuan tenis meja) Cengkir yang didirikan keluarganya. Saat itulah ia mulai serius menekuni tenis meja. Seiring berjalannya waktu, Arif bergabung dengan PTM lain untuk menambah pengalaman dan mengasah tekniknya.

 PTM Nusantara dan PTM Minangkabau adalah PTM tempat Arif sempat berlatih dan mengikuti turnamen kecil.
Dengan latihan yang cukup, Arif berhasil mendapatkan Juara Kelurahan Menteng. Hal ini cukup membanggakan bagi dirinya. Kemenangan tersebut membuat Arif semakin termotivasi untuk terus berlatih. Alhasil, Arif kembali mendapatkan peringkat sepuluh besar tenis meja divisi 7.

Seiring berjalannya waktu, Arif sudah tidak gemilang lagi. Usia yang terus beranjak dewasa membuat Arif fokus untuk bekerja. Tepat di umur 26 tahun, Arif menikah. Semenjak berkeluarga, Arif lebih fokus untuk bekerja dan mencari nafkah. Kini, Arif bekerja di Pertamina dan telah memiliki tiga anak. Saat menjadi ayah tiga anak, Arif semakin sulit untuk bermain tenis meja.

Beruntung, tempat di mana Arif bekerja menyediakan meja tenis untuk olahraga pegawainya. Saat kantornya mengadakan turnamen tenis meja, Arif berhasil menyabet juara 2 umum antar divisi Pertama. Prestasi yang terbaru pun ia dapatkan dengan menduduki juara 3 divisi corporate. Hal tersebut menandakan bahwa Arif masih memiliki kemampuan dalam bermain tenis meja.

Di umurnya yang hampir 30 tahun, Arif sudah tidak lagi mengejar prestasi. Arif hanya aktif bermain tenis meja sebagai hobinya dan berbagi ilmu.

Sesepuh Pemain Tenis Meja


Umur bukan halangan untuk terus aktif dan berolahraga. Meski sudah memasuki kepala enam, tubuh tetap dijaga supaya bugar. Sebagian besar orang yang berumur lanjut memutuskan untuk beristirahat dan menghentikan segala aktivitas berat.

Moeznar, pemain tenis meja generasi tua. Beliau lahir di Jakarta, 14 Mei 1963, aktif bermain tenis meja hingga sekarang. Moeznar merupakan anak dari pasangan Musni Umar dan Zur Asma. Pak Moeznar tinggal di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan sampai saat ini. Beliau menikah tahun 1993 dan telah dikaruniaji tiga orang anak. Pak Moeznar berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah madrasah.

Pak Moeznar mulai bermain tenis meja sejak tahun 1976. Beliau mendapatkan pelatihan tenis meja oleh warga setempat dan berlatih secara otodidak. Dalam latihannya, beliau sangat konsisten. Pak Moeznar aktif bermain tenis meja di sekolahnya dan sempat mewakili untuk perlombaan antar sekolah.

Di usianya yang menginjak remaja, Pak Moeznar semakin memfokuskan diri untuk berlatih tenis meja. Latihan tersebut berbuah hasil dengan menjuarai perlombaan tingkat rt dan rw di perumnas Klender. Namun sayang, Pak Moeznar gagal menuju tingkat yang lebih tinggi dikarenakan keterbatasan pelatih dan fasilitas latihan.

Pertama kali Pak Moeznar bermain tenis meja, beliau hanya memiliki peralatan seadanya. Saat latihan fisik, Pak Moeznar menggunakan botol minum kemasan yang berisikan air, lalu diikat pada tangannya. Hal tersebut menjadi salah satu latihan rutin yang beliau lakukan untuk meningkatkan kemampuan fisiknya. Selain itu, Pak Moeznar tetap menjaga pola hidup yang sehat, seperti tidak merokok. Hasil dari pola hidup sehat tersebut sampai sekarang beliau rasakan.

Di umurnya yang sudah tak lagi muda, Pak Moeznar masih aktif bermain tenis meja. Beliau selalu menyempatkan diri untuk berlatih, meski umurnya hampir menginjak 60 tahun. Tubuh beliau masih bugar dan mampu melakukan gerakan gesit. Karena kemampuan fisiknya yang semakin menurun, beliau membatasi durasi bermain tenis mejanya. Pak Moeznar sering memberikan latihan kepada siapa pun yang ingin belajar tenis meja.
Meski tidak memiliki prestasi yang gemilang, Pak Moeznar sangat dihormati di berbagai tempat karena di umurnya yang sudah tua, tapi beliau masih mampu bermain dengan gesit. Pak Moeznar bahwa memenangkan cukup banyak pertandingan persahabatan dengan komunitas tenis meja lain. Hal ini menjadi bukti kemampuannya dalam bermain tenis meja.

Saat ini Pak Moeznar memiliki satu anak didiknya yang beliau andalkan. Beliau berhasil melatih anak didiknya hingga memenangkan perlombaan tenis meja tingkat kelurahan. Sampai saat ini, beliau secara sukarela mengajarkan siapa pun yang ingin berlatih tenis meja.

Kejuaraan Tenis Meja Singapura Perdana Sukses Digelar

Sumber : sportshub.com.sg

Turnamen besar tenis bersejarah di Singapura hampir ditutup..Fans tenis meja seluruh dunia merayakan kemenangan Fan Zendhong dan Cheng Meng sebagai peraih medali emas kategori tunggal putra dan putri. Tiket final pertandingan mereka terjual habis. Kemeriahan partai final disambut ramai oleh penonton sampai fans di seluruh dunia. Turnamen yang digelar selama dunia minggu berhasil memuaskan penonton tribun sampai penonton di televisi.

Turnamen tenis meja perdana di Singapura yang bertemakan Singapore Smash menjadi awal mula kesuksesan tenis meja. Turnamen tersebut menjadi kebangkitan tenis meja dunia dengan konsep turnamen yang futuristik. Panitia turnamen tersebut juga membuka paket penginapan untuk penonton agar tidak ketinggalan pertandingan. Paket tersebut berhasil sukses berkat para atlet yang ikut dalam memeriahkan sekaligus mengajak fans untuk langsung menyaksikan pertandingan ini.

Singapore Smash mencapai akhir yang luar biasa pada Minggu, 20 Maret. Peraih medali emas turnamen tersebut merupakan dua atlet asal Cina, yaitu Cheng Meng dan Fan Zhendong. Fan Zendhong dan Cheng Meng berhasil menunjukkan dominasinya sebagai peringkat 1 dunia. Atas kemenangan mereka, Infinity Arena dipenuhi penonton untuk menyambut kemenangan mereka.

Cheng Meng, peraih medali emas turut menyampaikan kesannya atas kemenangannya ini “Ini adalah pertama kalinya WTT Grand Smash, jadi kami berdua benar-benar ingin memenangkannya. Manyu mengikuti beberapa strategi, tapi dia terus mencari solusi dan memberi tekanan padaku. Saya sangat menghargai gelar ini. Ini adalah gelar pertamaku setelah Olimpiade Tokyo, jadi ini sangat membahagiakan. Saya telah berlatih keras dan siap tampil baik untuk pertandingan ini dan saya benar-benar senang upaya saya telah membuahkan hasil.”

Di sisi lain, Wang Chuqin dan Sun Yingsha berhasil mengambil gelar ganda campuran. Keduanya juga memenangkan ganda putra dan putri. Wang Chuqin bersama Fan Zendhong dan Sun Yingsha bersama Wang Manyu berhasil menyabet medali emas.

Turnamen ini meluncurkan infinity Arena dan akan hadir di semua WTT Grand Slam, serta final piala WTT dan event kejuaraan WTT. Sebagai pertunjukan utama pada Singapore Smash, Infinity Arena menandakan kemungkinan tak terbatas yang menunggu olahraga tenis meja. Pemilihan nama Infinity Arena sesuai dengan filosofi tenis meja.

Singapore Smash turut mengukuhkan statusnya sebagai acara untuk dinikmati semua kalangan, entah mereka fans tenis meja atau bukan. Selain pertandingan yang memukau di atas meja, penonton turut menikmati penampilan pra-pertandingan yang menghibur oleh seniman lokal utama, ShiGGa Shay dan Shye.

WTT Contender Doha Kembali Diisi Pemain Ukraina

Sumber : ettu org

WTT Contender Doha 2022 akan didatangi empat pemain Ukraina. Mereka tiba di Qatar dan mulai mengikuti acara pada Jumat, 25 maret 2022. Empat pemain tersebut adalah Tetiana Bilenko, Ganna Gaponova, Margaryta Pesotska, dan Yaroslav Zhmudenko. Mereka turut meramaikan WTT Contender Doha 2022 sebagai penantang.

Direktur ITTF, Leandro Olvech telah mengulurkan tangan kepada presiden federasi tenis meja Ukraina, Oleksandr Zats, untuk menawarkan bantuan dan memastikan pemain dari Ukraina dapat berpartisipasi dalam kompetisi sesegera mungkin. Hal ini telah telah dilakukan di awal bulan ini.

Empat pemain Ukraina mendapatkan bantuan dalam penerbangan mereka menuju WTT Contender Doha. Mereka mendapatkan bantuan pasca diidentifikasi dan ditempatkan di Eropa. Visa keempat pemain Ukraina akan diurus oleh ITTF dan segera menjadwal penerbangan mereka.

Asosiasi Tenis Meja Dunia (ITFF) meluncurkan penggalangan dan menunjuk Dvorak sebagai duta besar yang berjasa baik. Dvorak ditugaskan menjaga fasilitator dalam komunikasi dengan para pemain dan seluruh komunitas tenis meja Ukraina.

“Saya tidak sabar bertemu keempat pemain di Doha,” ucap Dvorak. “Itu akan menjadi pesan harapan dan ketahanan. Di sana, mereka akan melakukan yang terbaik, bermain tenis meja. Selama bertahun-tahun, olahraga kami telah menunjukkan kepada kami bahwa bukan hanya sebuah permainan, melainkan juga alat yang sangat kuat untuk menyatukan orang-orang. Mari kita gunakan untuk membantu komunitas atlet Ukraina yang sangat membutuhkan bantuan dalam perang yang mengerikan ini.” sambung Dvorak.

Galia Dvorak merupakan atlet Olimpiade selama empat kali. Ia merupakan wakil ketua komisi atlet-atlet ITTF dan manajer operasi proyek khusus ETTU. Galia lahir di Kyiv sebelum pindah ke Spanyol ketika dia berusia dua tahun. Galia berperan untuk mendukung event ITTF yang diselenggarakan dan sebagai fasilitator komunikasi antar pemain di setiap komunitas tenis meja Ukraina.

Seluruh grup ITTF mendukung komunitas tenis meja Ukraina pasca meletusnya perang Rusia-Ukraina. Hal tersebut dipimpin oleh ITTF itu sendiri. ITTF telah menyalurkan dana bantuan darurat untuk membantu korban bencana di Ukraina. 

Beberapa fasilitas bantuan telah ditawarkan oleh beberapa anggota asosiasi seperti, tempat pengungsian, dana, sampai akses untuk tempat latihan.
Kampanye penggalangan dana telah disebarkan secara online melalui situs https://www.tabletennisunited.org/ tanggal 24 Maret 2022.

ITTF terus memantau seluruh rencananya untuk menyukseskan program tersebut. Beberapa pemain Ukraina turut dihubungi dan diberikan bantuan sebagaimana rencana ITTF.

Bijak Menentukan Bet Sebagai Senjata Utama Tenis Meja

sumber : blog.tabletennis11.com Bet  menjadi salah satu alat wajib dalam bermain tenis meja. Setiap bet memiliki komposisi kay...