Senin, 28 Februari 2022

7 Hari Menjelang Word Table Tennis Singapore

Sumber : ig @wtt

Turnamen tenis meja dunia akan segera diselenggarakan di Singapura. Hal ini mengundang antusiasme bagi para atlet sekaligus penonton. Poster-poster sudah banyak terpajang di berbagai media sosial. Banyak penggemar yang mendukung atlet kesayangannya dengan memposting video pertandingannya. Hal ini membuat suasana menjadi meriah sekaligus dinanti-nantikan.

Pagelaran turnamen tenis meja tahun lalu sukses diselenggarakan di Houston, Amerika. Fan Zendhong, atlet asal Cina berhasil memenangkan medali emas dengan aksi permainannya yang begitu memukau. Sedangkan untuk tahun 2022, turnamen ini akan diselenggarakan di Singapore. 

Bertemakan #WTTSingaporeSmash pada turnamen tahun ini, diharapkan akan pertandingan nanti akan menampilkan banyak pukulan smash yang memukau.
Sederet atlet terkenal juga turut menghadiri turnamen ini. Skuat Cina menjadi dambaan para penonton berkat kemampuan para atletnya yang luar biasa. Skuat Jepang juga diharapkan tampil gemilang pada turnamen nanti. Negara Mesir pun bahkan berhasil mengirimkan perwakilannya untuk bertanding pada kejuaraan dunia nanti.

Lewat akun sosial media resminya, WTT secara aktif memposting highlight pertandingan-pertandingan tahun lalu untuk menghidupkan suasana turnamen yang sebentar lagi akan terlaksana. Sejumlah atlet juga membagikan videonya saat berlatih untuk memeriahkan turnamen nanti.

Terdapat 5 pertandingan yang nanti bisa disaksikan
1. Chew Z.Y.C / Poh S.F.E vs E Angles / J Martinko
2. V. Picart vs S. Shetty
3. Liu D.S vs C. Akkuzu
4. M.H Jee vs A. Todorovic
5. D.P Chitale vs N. Partyka

Atlet besar seperti Fan Zendhong, Ma Long, Tomakazu Harimoto menjadi pemain yang ditunggu-tunggu penampilannya nanti. Pertandingan nanti akan semakin menarik karena banyaknya pemain-pemain baru yang turut hadir memeriahkan turnamen. Fan Zendhong diharapkan dapat kembali memenangkan medali emas seperti turnamen tahun lalu.

Pertandingan ini dapat disaksikan melalui platform streaming seperti YouTube, hingga Facebook. WTT (World Table Tennis) juga akan menayangkan video hasil rekaman agar penonton yang tertinggal dalam menonton pertandingan tersebut.

Liverpool Berhasil Menjuarai Carabao Cup Dengan Dramatis


Liverpool berhasil mendapatkan podium teratas setelah mengalahkan Chelsea pada dini hari tadi. keluar menjadi juara Carabao dengan meraih poin 11-10 lewat drama adu penalti. Laga final itu digelar di Wembley Stadium pada Rabu, 27 Februari 2022, pukul 23.30 WIB. Laga final tersebut ditayangkan melalui platform streaming online, yaitu Mola TV.

Persaingan kedua tim begitu sengit. Pada menit ke enam, Chelsea mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Namun sayang, sepakan Christian Pulisic mendarat tepat ke penjaga gawang Liverpool, Caoimhin Kelleher. Tidak mau mengalah, Liverpool juga memberikan perlawanan balik. Sadio Mane akhirnya mendapatkan peluang bagi Liverpool, namun bola yang disundulnya masih jauh dari mistar gawang.

Liverpool terus mendominasi permainan. Hingga pada akhirnya Liverpool mendapatkan peluang pada menit ke-30. Namun sangat disayangkan, Sadio Mane kembali gagal menembus penjaga gawang Chelsea dengan tendangannya. Akhirnya kedua saling saling memberikan perlawanan. Akhirnya peluit panjang pertama telah ditiup. Kedua tim masih belum mendapatkan poin satu pun.

Di babak kedua, Chelsea langsung unjuk gigi. The Blues langsung mengancam gawang Liverpool oleh Mount setelah dirinya berhasil melewati lini belakang Liverpool dan terbebas dari offside. Gawang Liverpool kembali diselamatkan oleh mistar gawang setelah Mount berhadapan dengan penjaga gawang Liverpool. Bola yang ditendang Mount, masih dibendung oleh mistar gawang.

Liverpool tak mau diam dan kembali mendominasi permainan. Gol pun tercipta oleh salah satu pemain Liverpool, Joel Matip. Namun sayang, gol tersebut dianulir wasit setelah memeriksa VAR (Virtual Assistant Referee) dan menampilkan Virgil van Dijk melanggar salah satu pemain Chelsea.

Chelsea juga kembali mendominasi permainan, namun Liverpool juga ketat menjaga gawangnya. Kedua tim saling memberikan serangan terbaiknya hingga peluit panjang kedua ditiup. Namun, gol masih belum tercipta bagi kedua tim. Dua babak telah habis dengan skor 0-0 bagi kedua tim.

Babak tambahan dimulai agar kedua tim dapat mencetak skor. Namun, babak tambahan juga tidak membuat kedua tim saling mencetak angka. Akhirnya babak penalti menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk mendapatkan piala Carabao Cup. Akhirnya Liverpool memenangkan adu penalti dengan skor 11-10 atas Chelsea.

Drama adu penalti terjadi dengan sengit dan membuat penonton menjadi gelisah hingga berharap tim kesayangannya dapat mengangkat piala. Uniknya, pertandingan tersebut terdapat empat gol yang dianulir oleh wasit berkat teknologi VAR untuk menjaga keadilan selama pertandingan.

Secara umum, Liverpool berhasil mendapatkan penguasaan bola sebanyak 55% dan lebih banyak mendapatkan tendangan ke arah gawang lawan. Chelsea didominasi oleh lawannya secara keseluruhan permainan. The Blues malah mendapatkan 3 kartu kuning, 2 kali lebih banyak daripada Liverpool. Hal ini karena pemain Chelsea tampil agresif demi mengimbangi permainan dari Liverpool.

Pasca kemenangan Liverpool, Jurgen Klopp, pelatih Liverpool memberikan komentar kepada salah satu pemainnya.

“Saya pikir bahkan dalam sepak bola profesional, harus ada ruang untuk sentimen, jujur,” ucap Klopp kepada wartawan Sky Sport.

Dengan kemenangan ini, skuat asuh Jurgen Klopp kembali menambah koleksi pialanya di Carabao Cup. Total terdapat 9 piala yang sudah Liverpool kantongi. Atas kemenangan ini, Jurgen Klopp juga berjanji akan membawakan lebih banyak piala untuk skuat asuhnya.

“Kami memiliki kesempatan untuk bertarung (untuk merebut lebih banyak trofi). Kami harus bekerja keras, pada hari Rabu, kami akan bermain lagi, dan kami akan mencobanya,” ucap Jurgen Klopp.

Minggu, 27 Februari 2022

ITTF Menerapkan Program Hybrid Dalam Rangka Mencegah Covid

Sumber : ittf.com

Baru-baru ini ITTF (International Table Tennis Federation) menerapkan model hybrid dalam rangka mencegah penularan coronavirus. Jika melihat kejadian pada tahun 2021, banyak kompetisi dan turnamen yang harus ditunda karena penyebaran coronavirus yang kian mengganas. Hingga sekarang pun pandemi masih mewabah dan terus bermutasi.

Dalam situasi tersebut, ITTF berkesempatan untuk mengeluarkan agenda pembangunan 2021-2024. Agenda tersebut dikembangkan untuk tetap menggelar turnamen dunia dan menjalankan kebijakan meski berada dalam kondisi pandemi. Dalam pengimplementasian agenda ini, ITTF melibatkan semua asosiasinya untuk menyukseskan agenda ini.

Pada 14 Mei 2021, ITTF membagi menjadi tiga program partisipasi : pelayanan ITTF berbasis online, “Analyse & Rise” dengan bekerjasama oleh Stupa Analytics, dan program nasional MA’s. Fungsi dari dua asosiasi tersebut guna memantau para atlet, pelatih, hingga perwakilan setiap negara agar tetap dapat terhubung dengan ITTF melalui daring. Program tersebut ditenagai oleh Stupa dan Pingprofy.

Terdapat delapan layanan online untuk menjangkau para anggota di seluruh dunia dengan Pingprofy. Layanan seperti menciptakan rencana tim nasional dan rencana dalam pengembangan asosiasi menjadi layanan yang populer. Layanan yang dibuat ITFF ini sangat memberikan manfaat kepada para anggota asosiasi guna mengembangkan rencana di setiap kategori levelnya. Salah satu layanan yang bermanfaat lainnya yaitu “Coach the Coach”. Layanan ini dapat memungkinkan untuk berkomunikasi dengan para pelatih ITTF untuk mendapatkan tuntunan dalam berlatih.

Salah satu pelatih dalam layanan Coach the Coach memberikan tanggapan mengenai layanan ini.

“Layanan yang sangat bermanfaat, banyak pelatih yang mendapatkan manfaatnya dalam waktu yang singkat. Rekan-rekan Brazil sangat antusias untuk saling berdiskusi. Layanan ini memungkinkan mereka untuk mengajukan pertanyaan mengenai berbagai topik, hal ini memungkinkan terjadinya diskusi yang produktif bagi penggunanya.” Ujar Eva Jeler, salah satu pakar ITFF Coach the Coach.

Setelah satu tahun pertama pandemi, anggota asosiasi yang terlibat begitu antusias untuk memulai kegiatan di lokasi dan mengorganisasikan sekitar 163 kegiatan pembangunan di lapangan. Bantuan yang diberikan cukup bermanfaat bagi setiap asosiasi dalam mengembangkan aktivitas di negara mereka. Banyak agenda pengembangan aktivitas seperti training camp, program edukasi, serta turnamen untuk remaja.
Kepala ITFF juga turut memberikan komentar terkait program ini.

“Tahun pertama program partisipasi ITTF sangat menarik dan sukses. Banyak upaya yang diambil oleh rekan-rekan kami, HPD (kinerja tinggi & pengembangan) berinisiatif untuk mempertimbangkan keadaan dunia yang sedang dialami ini. Para pakar ITTF, HPD juga mengembangkan konten layanan online, dan mengirimkan lebih dari seribu jam layanan yang membuat banyak umpan balik positif dari para pengunjung. Lebih dari 70 anggota asosiasi dapat mengorganisasi kegiatan pembangunan tersebut dengan dukungan program yang disusun. Interaksi dengan anggota asosiasi telah membuat organisasi ini semakin dekat dengan para anggotanya dengan cara yang lebih positif dan berbeda.” Yelena Druzhkova, kepala partisipasi ITTF.

Penggunaan teknologi tidak hanya terbatas pada konferensi video layanan online ITTF, melainkan juga disajikan oleh Stupa Analytics secara jarak jauh. Stupa Analytics menyediakan asosiasi anggota dengan pilihan untuk meng-upload video atlet mereka untuk dianalisis, dan hasilnya dibagikan kepada pelatih dan atle itu sendiri. Membagikan beberapa peralatan yang ditunjukkan kepada anggota asosiasi guna berkesempatan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi mereka untuk memudahkan dalam meraih podium.

Dalam minggu-minggu mendatang, edisi 2022 program partisipasi ITTF akan diluncurkan dengan konten yang baru, ekspansi menu layanan via online dan insentif baru dari keanggotaan mitra. ITTF akan terus memberikan informasi tersebut secara spesifik.

Kabar pensiun dari Anna-Carin Ahlquist

sumber : https://www.paralympic.org/news/sweden-s-ahlquist-seeks-defend-paralympic-title


Nama Anna-Carin Ahlquist mungkin terdengar asing bagi penggemar tenis meja dunia. Anna-Carin Ahlquist merupakan atlet tenis meja kursi roda yang mewakili Swedia. Anna-Carin Ahlquist lahir pada 5 Juni 1972 dan tepat di umurnya yang ke-49 tahun, ia memutuskan untuk pensiun dari dunia tenis meja.

Atlet yang berjulukan “Female Star of the Year” dalam penghargaan perdana ITTF (Internasional Table Tennis Federation) yang diakan di Hotel Dubai pada Januari 2013 lalu, pada Rabu 23 Februari kemarin mengumumkan masa pensiunnya dari dunia internasional. Kabar pensiunnya menjadi berita yang cukup menggemparkan melihat beberapa prestasi yang telah diukirnya.

Di arena ExCel, Anna menikmati waktu terbaiknya sekaligus mengucapkan :

“Permainan tadi merupakan momen yang besar dalam karierku. Setiap saat aku selalu memikirkannya, aku pun senang dan emosional, menjadi pemain top di podium yang menjadi impian para atlet.” Anna-Carin Ahlquist.

Pada waktu menjelang pensiun, Anna berhasil menambahkan medali keduanya. Bersama rekannya, Ingela Rundback, mereka berhasil mengamankan medali perak pada pertandingan ganda. Mereka menduduki podium ke-2 pada paralimpiade yang diadain di Tokyo pada tahun 2020 lalu.

Prestasi yang diperoleh Anna-Carin Ahlquist pada paralimpiade

Anna-Carin Ahlquist berhasil membawakan kemenangan di paralimpiade pada tahun, 2008, 2012, 2016 paralimpiade musim panas, dan 2020 paralimpiade musim panas. Anna berhasil membawa pulang medali emas pada pertandingan single dan meraih medali perak pada pertandingan double dalam paralimpiade 2012 musim panas lalu.

Kejuaraan Eropa dan Kejuaraan Dunia.

Prestasi lain juga ia torehkan bersama rekannya, Ingela Rundback. Mereka berhasil memenangkan pertandingan sebanyak dua kali dalam European and Para Championship pada tahun 2009 dan 2015. Tak hanya itu, Anna juga berhasil menjuarai women’s singles kelas 3 pada tahun 2011, 2013, 2015, 2017, dan 2019.

Di kejuaraan paralimpiade Eropa, Anna mendapatkan medali perunggu di kelas 3 women’s singles tahun 2009, mendapatkan medali silver di kelas 4-5 ganda wanita tahun 2011 dan 2019, dan mendapatkan medali perunggu pada kelas 5 ganda wanita pada tahun 2007.

Hal memilukan terjadi pada pencapaian emas ke-limanya yang diadakan di Swedia. Anna diagnosis mengidap kanker payudara pasca menjalani pengobatan Mactectomy. Kemenangan tersebut menjadi hal yang membahagiakan sekaligus memilukan.

Serangkaian pencapaian itu selayaknya pencapaian yang ia dapatkan pada kejuaraan paralimpiade. Anna berhasil mendapatkan medali perunggu kelas 3 tunggal pada tahun 2014 dan 2018, dua kali mendapatkan medali perak kelas 5 ganda wanita pada tahun 2010 dan 2019. Pencapaian tersebut Anna raih bersama rekannya, Ingela Rundback yang telah menjadi rekannya di paralimpiade.

Di turnamen internasional terbuka yang diadakan pada tahun 2007, Anna memenangkan 68 emas, 21 perak dan 14 medali perunggu. Anna merupakan orang yang menyukai tantangan. Faktanya, Anna didukung dalam Veteran Championships tahun 2016 di Alicante, bahkan Anna menjadi pemain yang mampu menemukan lawan yang paling layak untuk dia lawan.

Rangking

Anna-Carin Ahlquist merupakan atlet tenis meja disabilitas yang sukses. Anna secara konsisten terus menetapkan rangkingnya pada peringkat 3 dunia sebagai atlet tenis meja disabilitas. Pada Juli 2007, Anna berhasil menempatkan dirinya di peringkat 31 dunia. Pada Oktober 2010, ia berhasil menduduki peringkat teratas. Posisi itu ia harus jaga setidaknya dalam 70 kali publikasi. Dan baru-baru ini Anna berhasil menduduki peringkat no.2 dunia.


Bijak Menentukan Bet Sebagai Senjata Utama Tenis Meja

sumber : blog.tabletennis11.com Bet  menjadi salah satu alat wajib dalam bermain tenis meja. Setiap bet memiliki komposisi kay...