Rabu, 16 Maret 2022

Persija Berusaha Menaikkan Peringkat Dengan Mengalahkan Madura

           

Siaran pers Persija melalui kanal YouTube resminya.

             Persija mengadakan konferensi pers melalui kanal YouTube resmi. Konferensi pers tersebut menjawab pertanyaan mengenai pertandingan melawan Madura United tanggal 17 Maret 2022. Pelatih Persija sudah menyiapkan anak asuhnya untuk mengalahkan Madura United.

           "Besok adalah pertandingan Persija melawan Madura. Pertandingan itu tidak mudah, karena Madura berisi pemain-pemain yang bagus, ada Beto, Jaime (salah satu bek terbaik di liga ini), dan Greg sebagai penyerang. Saya pikir, kami tetap pada tujuan untuk memperbaiki peringkat Persija. Kami akan bermain dengan agresif untuk memenangkan pertandingan. Itu yang saya pikir.” jawab Sudirman, pelatih Persija.

            Rangga, salah satu pemain Persija ikut mendampingi pelatihnya dalam konferensi pers tersebut. Rangga menjadi narasumber yang ikut tampil dalam pertandingan besok.

            “Untuk menghadapi permainan Madura United besok, saya sudah mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga kondisi tetap baik agar siap tampil dalam pertandingan besok demi meraih kemenangan.” jawab Rangga Widiansyah, salah satu pemain Persija.

            Pada pertandingan sebelumnya, Persija berhasil mengalahkan Persikabo dengan telak. Hal tersebut menjadi sorotan media. Apakah tim Persija sudah siap melawan Madura United pasca mengalahkan Persikabo dengan telak?

            “Kondisi tim sejak kemarin sudah kondusif. Kita memiliki satu tujuan untuk membawa Persija ke tempat yang lebih baik dan peringkat yang lebih baik. Semua pemain sudah tahu permasalahannya, bagaimana cara memenangkan pertandingan, dan motivasi pun juga telah saya berikan kepada setiap pemain. Semoga pertandingan besok menjadi pertandingan penting untuk menjaga Persija agar tetap di papan atas. Semoga semua bermain dengan baik besok hari. Dan diharapkan semua pemain akan tampil dengan maksimal pada pertandingan besok demi memenangkan pertandingan atas Madura United” jawab Coach Sudirman.

            Pemain terbaik dari Madura tak lupa dibahas oleh media. Pelatih Persija telah menyiapkan strategi untuk menghadapi pemain terbaik Madura United yang digadang-gadang akan menyulitkan permainan Persija. 

            “Tentunya setiap pertandingan itu berbeda. Instruksi khusus pasti ada dan telah saya berikan kepada pemain tergantung bagaimana pemain Madura. Nanti akan ada penyesuaian terhadap pemain-pemain terbaik dari Madura itu sendiri, sehingga kami dapat menekan mereka dan membatasi pergerakan pemain terbaik mereka.” jawab Coach Sudirman.

            Salah satu pemain Persija, Irfan Jauhari, tampil gemilang saat menghadapi Persikabo pada pertandingan lalu. Pelatih mengarahkan ia dapat kembali tampil gemilang dalam menghadapi Madura United.

            “Peluang dia untuk tampil baik tentunya besar sekali dalam pertandingan besok, karena dia merupakan pemain yang masih muda. Saya pikir dia tidak terlalu bermasalah dengan staminanya. Insya Allah dia akan siap bermain untuk pertandingan besok.” jawab Coach Sudirman.

Sumber : https://youtube.com/c/PersijaTV 



Senin, 14 Maret 2022

Atlet Rusia dan Belarusia Dilarang Mengikuti Kompetisi Tenis Meja?

sumber : pingsunday.com

Turnamen tenis meja menjadi ajang rutin yang diselenggarakan oleh ITTF atau masing-masing negara. Tahun ini, turnamen tenis meja diadakan di Singapura dengan mengusung tema “Grand Smash”. Turnamen ini menjadi ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap atlet di berbagai negara.

Namun, hal mengejutkan terjadi pasca peperangan antara Rusia dan Ukraina. ITTF (Internasional Table Tennis Federation) tidak memperbolehkan atlet Rusia dan Belarusia berkompetisi pada Event Group turnamen ini. Hal ini dikarenakan rasa prihatin oleh grup ITTF terkait pecahnya peperangan di Ukraina. Lewat larangan tersebut, ITTF memberikan pesan perdamaian kepada dunia bahwa ITTF juga memiliki andil dalam menjaga perdamaian dunia.

Setelah pertemuan yang diadakan oleh ITTF Executive Committe tanggal 1 Maret 2022, mereka mengikuti saran yang disampaikan oleh IOC Executive Board. Tentu pengambilan keputusan tersebut juga berkonsultasi dengan komunitas olahraga. Dalam pertemuan tersebut, ITTF terlihat sangat berhati-hati dan tidak asal dalam mengambil keputusan tersebut.

Informasi tersebut akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak ITTF. Pada turnamen nanti, tidak ada pemain dari kedua negara tersebut. ITTF juga tidak mengundang pejabat Rusia dan Belarusia. Pada acara nanti, ITTF sudah mengatur agar tidak adanya bendera, lagu kebangsaan, simbol, sampai warna dari kedua negara tersebut. ITTF terlihat sangat tegas dalam mengirimkan pesan mereka melalui turnamen tahun ini. Bahkan ITTF sudah mengumumkan dalam website resminya bahwa tidak akan ada Group Events yang baru-baru ini dijadwalkan di Rusia dan Belarusia.

Komis Atlet ITTF sangat memprihatinkan dan bersimpati kepada para atlet di dua negara tersebut. Komisi Atlet ITTF hanya bisa menerima dan mendukung keputusan ini dengan sebaik-baiknya. Kelompok ITTF akan terus memantau situasi tersebut dan akan meninjau keputusannya mengingat rencana pembangunan di masa depan.

Keputusan ini menjadi mimpi buruk bagi atlet di kedua negara tersebut. Mereka yang telah berlatih demi bisa mendapatkan medali, kini harus membatalkan mimpi. Para atlet di kedua negara tersebut tak berdaya setelah mendapat kabar bahwa negaranya tersebut tidak diperbolehkan berkompetisi pada turnamen tahun ini. Sungguh hal yang ironis bagi atlet tersebut.

Harapannya, ITTF akan terus berkontribusi terkait hal-hal yang sedang terjadi di dunia ini. Bukan tanpa alasan ITTF menerapkan keputusan tersebut, melainkan demi kebaikan yang akan terjadi di masa depan nanti. Dikhawatirkan atlet dari Rusia dan Belarusia akan mendapatkan diskriminasi dari atlet lain. Tentu keputusan ini menjadi hal bijak yang dikeluarkan oleh ITTF.

Porseni di Kala Pandemi

Sumber : poliban ac.id

Senin, 14 Maret 2022

Porseni (pekan olahraga dan seni) adalah event yang menggabungkan olahraga dan seni yang diselenggarakan 2 tahun sekali. Event tersebut  diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengembangan prestasi di bidang olahraga dan seni. Porseni dapat diikuti oleh seluruh politeknik di Indonesia. Mereka akan saling berkompetisi untuk mengharumkan nama kampusnya

 Porseni akan diselenggarakan pada 13-20 Juli 2022 di Banjarmasin. Saat ini, pihak politeknik sedang menyaring atlet ataua perwakilan yang akan mewakili kampus untuk berkompetisi di Porseni. Seleksi itu dilakukan untuk mencari atlet dan perwakilan terbaik agar peluang untuk mendapatkan medali semakin tinggi. Terdapat 15 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan 8 pada cabang seni.

Acara porseni yang akan digelar pada Juli nanti, masih merupakan kondisi pandemi. Terdapat kekhawatiran bagi sebagian peserta sampai panitia jika angka penularan Covid-19 meningkat. Terdapat isu yang mengatakan bahwa Porseni tidak akan diselenggarakan pandemi yang masih mewabah. Faktanya, Porseni akan tetap diselenggarakan meski berada di tengah-tengah pandemi yang masih mewabah.

Porseni akan tetap berjalan dengan mengedepankan prokes yang ketat. Namun yang diperankannya, apakah akan ada penonton yang memeriahkan Porseni nanti? Penonton juga menjadi elemen penting dalam setiap kompetensi. Selain dapat membangun suasana, penonton juga menjadi penyemangat bagi setiap perwakilan yang akan berkompetisi. Melihat kondisi pandemi yang sudah mulai mereda, seharusnya penyelenggara Porseni tetap membolehkan penonton untuk melihat jalannya kompetisi. Prokes ketat juga tetap dilaksanakan kepada penonton untuk mencegah meningkatnya penularan Covid-19.

Para atlet dan perwakilan setiap politeknik sudah mempersiapkan mental dan keahlian mereka dalam menyambut Porseni bulan depan. Akan mengecewakan bila Porseni yang sudah dinantikan oleh mahasiswa malah dibatalkan. Setiap politeknik juga akan menyeleksi perwakilannya dengan ketat dengan prosedur yang berlaku. Hal ini menandakan kalau setiap politeknik begitu antusias menyambut Porseni.

Sangat disayangkan bila Porseni yang menjadi ajang untuk mengukir prestasi dibatalkan karena pandemi. Karena Porseni hanya dilakukan setiap 2 tahun sekali, tentu hal ini hanya akan menjadi satu-satunya kesempatan bagi setiap mahasiswa yang akan mengharumkan nama kampusnya.

Diharapkan Porseni dapat menjadi wadah dalam menyalurkan bakat dan prestasi bagi mahasiswa. Berjalannya Porseni nanti meski masih berada di masa pandemi menjadi bukti kalau setiap mahasiswa sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk mengharumkan nama politekniknya. Kedepannya, diharapkan semakin banyak bibit-bibit mahasiswa berprestasi yang akan mengharumkan nama politeknik bahkan Indonesia.


Federasi Belarusia Dikenakan Sanksi Oleh ITTF

Sumber : ittf.com

Federasi Atlet Belarusia mendapatkan sanksi oleh Badan Atletik Dunia terkait perang antara Rusia dan Ukraina. Belarusia dijatuhi sanksi karena ikut membantu dan bersekongkol dengan Rusia. Badan Atletik Dunia sudah menerapkan sanksi tersebut pada tanggal 10 Maret 2022.

Berikut sanksi yang diberikan Badan Atletik Dunia berupa tidak adanya event olahraga internasional atau Eropa yang mencakup seri World Athletics, meeting selama satu hari, dan pertandingan internasional lainnya, tidak ada perwakilan di kongres atau dalam keputusan yang membutuhkan suara kongres, tidak adanya akreditasi dalam menghadiri acara World Athletics Series, termasuk World Athletics Indoor Championships Belgrade 22, dan World Athletics Championships Oregon22, dan tidak adanya keterlibatan dari personil federasi dalam pengembangan Badan Atletik Dunia atau program profesional lainnya.

Sanksi tersebut akan segera diberlakukan dan dilanjutkan di masa yang akan datang.
Pada pertemuan, Badan Atletik Dunia membahas tentang atlet netral yang berwenang di Rusia dan Belarusia. Badan Atletik akan mengadopsi pendekatan yang sama pada Dewan Olahraga Dunia dengan yakin. Dewan Atletik Dunia telah menyetujui tiga rekomendasi dari Russia Taskforce sehubung dengan proses pengembalian hak oleh Rusia.

Rune Anderson, Ketua Taskforce mengatakan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina telah “menimbulkan kegelapan” atas seluruh Rusia di mata dunia, termasuk di bidang olahraga. Badan Taskforce tetap merekomendasikan pemulihan atas Rusia yang harus terus dilanjutkan. Hal tersebut untuk mencegah “risiko nyata” bahwa Rusia telah tertangkap memakai doping pada ajang sebelumnya bila proses tersebut ditangguhkan sekarang.

Kekhawatiran terus meliputi pemimpin RUSADA (lembaga anti doping nasional Rusia). Fakta bahwa RusAF belum membayar biaya pemulihan yang dikeluarkan oleh Badan Atletik Dunia untuk kuartal ketiga dan keempat tahun 2021. Anderson juga telah memperingatkan Rusia untuk membayar biaya pemulihan yang tidak dianggap serius oleh Rusia. Hal ini dianggap suatu pelanggaran atas kondisi pemulihan yang akan mengarah pada tindakan terhadap RusAF. Hal tersebut berisiko bahwa proses pemulihan akan ditangguhkan.

Andersen telah memperingatkan bahwa menampilkan kondisi pemulihan pada dewan untuk persetujuan di bulan Juli tidak berarti bahwa Taskforce akan merekomendasikan RusAF diterima kembali pada waktu itu. Dia mengatakan setiap pertimbangan untuk pemulihan akan menjadi “subyek untuk pembahasan lebih lanjut”.

Public Speaking kok TBL?

Sumber : m.prindonesia.co

5 Maret 2022

STIKOM Interstudi mengadakan webinar Pada 5 Maret 2022. Webinar tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa STIKOM Interstudi secara daring melalui aplikasi Zoom. Webinar tersebut berlangsung dari jam 09.00 – 11.00 WIB. Webinar tersebut menyusung tema Public Speaking : TBL TBL TBL GAK SIH?!!. Materi dari webinar tersebut mengajarkan agar kita tidak perlu takut untuk memulai public speaking. Tak sekedar materi, tips and trick turut diberikan agar memaksimalkan materi yang diberikan.

Webinar tersebut menghadirkan A. Richie Rienaldi S.Sos., M.Si beliau Dosen Stikom Interstudi – Jakarta dan Shafinaz Nachniar S Ikom., M.Ikom beliau adalah news presenter. Mereka berdua ditunjuk sebagai pembicara di webinar tersebut. MC dari webinar tersebut diisi oleh Adjie Permana.

Apa itu public speaking? Merupakan berbicara, presentasi, dan interaksi secara langsung kepada audience atau penonton. Dalam public speaking, tersebut hal-hal yang harus diperhatikan ketika berbicara, yaitu eye contact. Mengapa ini penting, agar audience mendapatkan atensi dari pembicara. Dengan eye contact yang baik, audience akan merasa dihargai sehingga suatu acara dapat berjalan dengan baik.
Public speaking dapat dipelajari dan kemampuan ini diperlukan hampir di setiap lini kehidupan. 

Public speaking tidak hanya sekedar berbicara, namun juga berarti memahami, mendengarkan, dan bernegosiasi. Dalam berkomunikasi, tak sekedar komunikasi secara verbal, namun juga terdapat komunikasi secara non-verbal. Komunikasi non verbal itu sendiri merupakan komunikasi secara penampilan, gerakan, ekspresi wajah, vokal suara, dan lainnya. Komunikasi tersebut lebih menjelaskan secara simbolis. Komunikasi non verbal diperlukan agar komunikasi verbal tersampaikan dengan baik.

Banyak orang beranggapan public speaking itu mudah, tapi mereka akan kesulitan saat mempraktikkannya. Saat public speaking, merasa gugup, tidak percaya diri merupakan hal yang wajar. Efek dari rasa penaik tersebut akan berdampak kepada penyampaian materi yang telah disampaikan sebelumnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena mereka menganggap public speaking dapat berjalan dengan baik tanpa persiapan mental dan latihan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih public speaking seperti berbicara di depan cermin, mendengarkan suara sendiri, dan berbicara kepada beberapa teman terdekat disertai pendapat mereka, menyiapkaniapkan diri kamu dari segi komunikasi non verbal (penampilan, senyuman, dan rasa nyaman saat berbicara, memahami dan akui posisi disekitar ketika public speaking, terus berlatih, dan menyelipkan permainan, guyonan, dan interaksi fisik dengan audience untuk mencairkan suasana atau biasa disebut ice breaking.

Ingin meningkatkan percaya diri ketika public speaking, bisa dengan menguasai materi dan latihan. Agar audience tidak bosan bisa diusahakan durasinya jangan terlalu lama dan touching audience seperti menyapa, ditanya, dan ajak berkomunikasi. Usahakan saat public speaking, berbicaralah menggunakan hati, karena apa yang datang dari hati akan bisa sampai ke hati pula. Apa yang kamu bicarakan adalah apa yang kamu ketahui.

Senin, 07 Maret 2022

Tren Tenis Meja ditengah-tengah masyarakat


Tenis meja merupakan olahraga yang cukup populer di dunia, khususnya Cina. Dibanding dengan olahraga lain, tenis meja menjadi olahraga yang cukup populer di Indonesia. Mulai dari anak kecil hingga menjelaskan lansia, tenis meja menjadi olahraga yang tidak memandang umur.

Dikala pandemi terus berkepanjangan, tenis meja menjadi olahraga yang digemari masyarakat. Himbauan pemerintah agar masyarakat terus berada di rumah membuat angka pesanan terhadap meja tenis terus meningkat. Hal tersebut menjadi tanda betapa peminat olahraga tenis meja terus meningkat.

Di berbagai tempat, komunitas tenis meja di tiap daerah terus kedatangan anggota baru. Mulai dari anak-anak hingga dewasa menjadi peminat baru di olahraga ini. Uniknya, lebih banyak orang dewasa maupun lansia yang banyak bergabung di komunitas tenis meja. Tidak begitu banyak anak remaja yang menyukai olahraga ini. Salah satu penyebabnya ialah stereotip remaja yang memang tenis meja adanya olahraga yang monoton.

Tren tenis meja tidak hanya meledak di kalangan masyarakat biasa. Beberapa artis pun juga mempopulerkan olahraga ini, salah satunya ialah Cing Abdel. Baru-baru ini, dunia hiburan dihebohkan dengan pertandingan tenis meja antara Cing Abdel dan Desta. Layaknya atlet profesional, mereka mengadakan pertandingan layaknya turnamen resmi. Artis lain pun juga ikut meramaikan pertandingan. Pertandingan tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube kedua artis tersebut.

Berkat pertandingan Cing Abdel dan Desta, tenis meja malah semakin dikenal di semua kalangan, termasuk artis. Banyak artis lain yang mengikuti tren tersebut untuk sekedar hiburan semata. Siaran televisi juga beberapa kali mengundang artis untuk melakukan pertandingan tenis meja antar artis.

Hal tersebut menjadi momok yang baik bagi olahraga tenis meja. Banyak masyarakat yang akhirnya terjun ke olahraga ini sebagai penghobi bahkan atlet sekalipun. Orang awam pun juga turut memberikan tentang pertandingan tenis meja. Kabar baiknya, pemerintah setempat juga mendukung olahraga ini dengan membagikan meja tenis ke beberapa tempat.

Pemerintah cukup peduli dalam memberikan fasilitas olahraga, tersebut tenis meja. Melalui dukungan tersebut, masyarakat diharapkan semakin menjaga kesehatan dan turut aktif dalam bermasyarakat.

Tempat Pelatihan Tenis Meja di Tengah Masyarakat

Potret beberapa pemain yang sedang pemanasan.

Tenis meja merupakan olahraga yang menuntut keahlian dalam menggunakan teknik dan refleks. Untuk mengasah keterampilan bermain, diperlukan latihan yang intensif dan fasilitas yang menunjang bagi para atlet. Cukup banyak tempat yang menyediakan pelatihan tenis meja untuk pemula hingga atlet yang sudah lihai.

Salah satu tempat latihan yang terdapat di Jakarta Selatan, ialah PTM (Persatuan Tenis Meja) SBC. Tempat tersebut berlokasi di Brigif, Ciganjur. Di tempat tersebut, kita bisa bermain dengan atlet sana hingga mengikuti program latihannya. Selain menyediakan tempat untuk bermain, pengelola PTM tersebut juga menjual beragam jenis blade dan karet.

Pak Sulton, ketua PTM SBC memberikan informasi terkait tempat ini secara umum “PTM berdiri sejak 2016. Sekarang anggota PTM ini berkisah 90 orang. Tempat ini juga menyediakan latihan khusus untuk pemain yang serius berlatih” ucap Pak Sulton, ketua PTM SBC.

Tempat tersebut memiliki dua buah meja berstandar nasional untuk digunakan dalam latihan sekaligus pertandingan. Di dalam gor juga disediakan kantin kecil agar para pemain dapat membeli makanan dan minuman dengan mudah. Pak Sulton, sebagai pengelola tempat berlatih hampir setiap hari membuka gornya agar para pemain dapat terus berlatih.

“Di sini kami memiliki atlet mulai dari remaja hingga kepala lima. Untuk remaja, kami melatih dengan metode multi ball untuk membangun konsisten mereka dalam bermain.” ucap Pak Sulton. Sambungnya, Pak Anton juga menjelaskan agar mengikuti program latihan ini sejak dari umur beliau atau remaja. Hal ini karena di umur muda, mereka dapat dengan mudah menyerap informasi dan kondisi tubuhnya yang masih lentur.

PTM SBC sering mengadakan turnamen internalnya guna melihat perkembangan setiap atlet yang telah dilatih. “PTM ini sering mengadakan turnamen kecil setiap tahunnya, paling tidak sebanyak 3 kali per tahunnya.” ucap Pak Sulton. “Turnamen kecil ini juga melatih mental pemain saat mengikuti pertandingan resmi” tambahnya.

Nama PTM SBC sudah memiliki reputasi baik. Beberapa kali atletnya sudah berkompetisi di luar kota seperti Magelang dan Malang. Nama PTM ini sudah cukup terkenal dikalangan atlet. Cukup sering mantan pemain nasional yang berkunjung ke PTM ini untuk melihat bibit-bibit muda.

Ketenaran PTM SBC tidak cukup sampai di situ. Pada platform streaming YouTube, banyak beredar video pertandingan atlet PTM SBC melawan atlet lain. Hal tersebut menunjukkan kepopuleran PTM SBC di kancah nasional, khususnya Jakarta.


Bet Mahal, Permainan Makin Bagus?


Sumber : pingpongacademy.org

Alat memang menjadi penopang para atlet dalam bertanding. Hampir semua olahraga membutuhkan alat yang baik, termasuk tenis meja. Olahraga tenis meja membutuhkan setidaknya dua alat, yaitu blade/kayu dan karet. Tak jarang banyak atlet yang menginginkan peralatan terbaik dengan harga yang mahal. Yang menjadi pertanyaannya, apakah memiliki racket (gabung blade dan karet) yang mahal akan menambah performa saat bertanding?

Jawaban tersebut dikembalikan kepada masing-masing atlet. Tidak ada jaminan jika menggunakan racket yang mahal akan menambah performa dalam pertandingan. Terkadang menggunakan racket mahal malah menjadi boros. Jawaban terbaik dalam menyikapi hal tersebut ialah racket mahal akan membantu performa bermain jika cocok dengan atlet tersebut.

Salah seorang pemain tenis meja yang beberapa kali mengikuti turnamen tenis meja berkata.

“Sebaiknya kita memilih blade dan karet yang sesuai dengan gaya permainan kita. Yang terpenting bukanlah harga, melainkan kecocokan dari racket yang kita gunakan” Ucap Arif salah seorang pemain tenis meja.

Tenis meja merupakan olahraga yang menuntut tinggi teknik dan refleks. Pada dasarnya, atlet mencari racket yang dapat meningkatkan performanya tidak peduli berapapun harganya. Pada Turnamen Nasional Cina, atlet bernama Liu Dingshou menggunakan blade yanh memiliki harga hanya Rp 650.000 di pasaran Indonesia. Harga blade tersebut tergolong murah bilang dibanding dengan harga blade pemain top dunia.

Potret toko yang menjual peralatan tenis meja dari yang murah hingga mahal.

Pada forum diskusi online bernama revspin.net, banyak atlet yang lebih menyarankan racket yang relatif murah. Mereka berpendapat bila kualitas racket pada harga yang relatif murah sudah sangat mumpuni. Banyak anggota komunitas yang kerap membandingkan racket mahal dan racket murah. Hasilnya mereka menjelaskan dalam beberapa kasus terdapat racket murah yang kualitasnya sebaik racket mahal, meski terdapat kelebihan khusus pada racket mahal.

Salah satu anggota forum diskusi online berkata tentang salah satu blade murah.

“Saya merekomendasikan blade/kayu ini (blade Yinhe V14 Pro seharga Rp 450.000) bagi pemain looper dengan mempertimbangkan fitur dan harganya yang murah. Saya berpikir ini salah satu blade terbaik.” Ucap Nakata salah setu anggota forum diskusi online.

Dalam rekaman pertandingan, cukup banyak atlet dunia yang menggunakan racket murah. Hasilnya mereka cukup puas dengan kualitas racket tersebut. Atlet nasional, Gilang Maulana membagikan info mengenai racketnya melalui sebuah video. Isi dari video tersebut Gilang menjelaskan jika ia menggunakan karet kelas menengah. Pada akhirnya pemilihan blade dan karet disesuaikan dengan gaya permainan setiap atlet.


Bijak Menentukan Bet Sebagai Senjata Utama Tenis Meja

sumber : blog.tabletennis11.com Bet  menjadi salah satu alat wajib dalam bermain tenis meja. Setiap bet memiliki komposisi kay...