Sumber : wikidata.org
Update terbaru pada
rangking ITTF, kita akan menjumpai nama Bruna Takahashi berada di posisi ke-19.
Satu dekade telah dihabiskan oleh atlet berumur 21 tersebut. Saat ini, Bruna
sedang bergembira dengan peringkatnya yang semakin tinggi.
Bruna memasuki peringkat 855
dunia pada Oktober 2012. Peringkat tersebut menjadi debutnya menjadi atlet
tenis meja profesional di ITTF World Cadet yang diadakan di Guam. Akhirnya,
Bruna berhasil mencapai peringkat 100 teratas pada Januari 2018 dan mendapati
dirinya menduduki peringkat 92 dunia. Bulan ini, Bruna menduduki peringkat top
20 dunia.
“Saya sangat senang bisa
mencapai posisi in,” ucap Bruna Takahashi ketika dia berhasil mendapatkan
pencapaian tersebut. “Ini merupakan salah satu tujuan dan membuat saya lebih
termotivasi lagi untuk terus berkerja keras meraih posisi yang lebih tinggi.”
Dua belas bulan telah
berlalu pasca bintang Pan American dalam Seri WTT. Perjuangan terbesar
dia saat tiba di 2021 Contender Tunis
dan 2022 Star Contender Doha di mana dia berada di putaran 16 besar.
Tapi, hal tersebut menjadi panggung besar yang dia bawa dalam sebuah
pertandingan. Pada Turnamen Singapore Smash, Bruna berhasil mengamankan
posisinya di putaran ke-32 dan menang atas Yang Heun di putaran ke-64
Pertandingan Final Tenis Meja Dunia 2021 dan berhasil menaklukkan Manika Batra.
“Saya pikir kunci terbesar
menjadi seperti biasa, menjaga pikiran yang jernih, positif, dan berbahagia,” ungkap
Bruna. “Baru-baru ini, Saya mempelajari tentang kebahagiaan dan itu berdampak
baik di pikiran. Dan, tentu dengan menjaga kondisi tubuh ketika banyak
bepergian yang sangat membantu.”
Kenaikan peringkatnya turut
membuatnya berpeluang menjadi sosok pemain yang memiliki kerja keras dan
dedikasi yang dapat menggapai pencapaian. Bruna juga menunjukkan sikap profesionalismenya
dalam bermain tenis meja dan membuatnya membuka pencapaian besar.
“Saya pikir sangat baik
menunjukkan seorang atlet, terutama wanita dan anak-anak yang pekerja keras dan
disiplin. Juga pantang menyerah menggapai mimpi yang tinggi dan dapat
memberikan rasa kepercayaan untuk dapat terus meraihnya demi tercapainya tujuan
utama,” jelas atlet asal Brazil tersebut. “Hal itu bagus untuk olahraga kita
untuk menunjukkan bahwa kami memiliki potensi dan menunjukkan kekuatan wanita. Bahwa,
kami juga sangat kuat!.”