Sumber : ittf.com
Baru-baru ini ITTF (International Table Tennis Federation) menerapkan model hybrid dalam rangka mencegah penularan coronavirus. Jika melihat kejadian pada tahun 2021, banyak kompetisi dan turnamen yang harus ditunda karena penyebaran coronavirus yang kian mengganas. Hingga sekarang pun pandemi masih mewabah dan terus bermutasi.
Dalam situasi tersebut, ITTF berkesempatan untuk mengeluarkan agenda pembangunan 2021-2024. Agenda tersebut dikembangkan untuk tetap menggelar turnamen dunia dan menjalankan kebijakan meski berada dalam kondisi pandemi. Dalam pengimplementasian agenda ini, ITTF melibatkan semua asosiasinya untuk menyukseskan agenda ini.
Pada 14 Mei 2021, ITTF membagi menjadi tiga program partisipasi : pelayanan ITTF berbasis online, “Analyse & Rise” dengan bekerjasama oleh Stupa Analytics, dan program nasional MA’s. Fungsi dari dua asosiasi tersebut guna memantau para atlet, pelatih, hingga perwakilan setiap negara agar tetap dapat terhubung dengan ITTF melalui daring. Program tersebut ditenagai oleh Stupa dan Pingprofy.
Terdapat delapan layanan online untuk menjangkau para anggota di seluruh dunia dengan Pingprofy. Layanan seperti menciptakan rencana tim nasional dan rencana dalam pengembangan asosiasi menjadi layanan yang populer. Layanan yang dibuat ITFF ini sangat memberikan manfaat kepada para anggota asosiasi guna mengembangkan rencana di setiap kategori levelnya. Salah satu layanan yang bermanfaat lainnya yaitu “Coach the Coach”. Layanan ini dapat memungkinkan untuk berkomunikasi dengan para pelatih ITTF untuk mendapatkan tuntunan dalam berlatih.
Salah satu pelatih dalam layanan Coach the Coach memberikan tanggapan mengenai layanan ini.
“Layanan yang sangat bermanfaat, banyak pelatih yang mendapatkan manfaatnya dalam waktu yang singkat. Rekan-rekan Brazil sangat antusias untuk saling berdiskusi. Layanan ini memungkinkan mereka untuk mengajukan pertanyaan mengenai berbagai topik, hal ini memungkinkan terjadinya diskusi yang produktif bagi penggunanya.” Ujar Eva Jeler, salah satu pakar ITFF Coach the Coach.
Setelah satu tahun pertama pandemi, anggota asosiasi yang terlibat begitu antusias untuk memulai kegiatan di lokasi dan mengorganisasikan sekitar 163 kegiatan pembangunan di lapangan. Bantuan yang diberikan cukup bermanfaat bagi setiap asosiasi dalam mengembangkan aktivitas di negara mereka. Banyak agenda pengembangan aktivitas seperti training camp, program edukasi, serta turnamen untuk remaja.
Kepala ITFF juga turut memberikan komentar terkait program ini.
“Tahun pertama program partisipasi ITTF sangat menarik dan sukses. Banyak upaya yang diambil oleh rekan-rekan kami, HPD (kinerja tinggi & pengembangan) berinisiatif untuk mempertimbangkan keadaan dunia yang sedang dialami ini. Para pakar ITTF, HPD juga mengembangkan konten layanan online, dan mengirimkan lebih dari seribu jam layanan yang membuat banyak umpan balik positif dari para pengunjung. Lebih dari 70 anggota asosiasi dapat mengorganisasi kegiatan pembangunan tersebut dengan dukungan program yang disusun. Interaksi dengan anggota asosiasi telah membuat organisasi ini semakin dekat dengan para anggotanya dengan cara yang lebih positif dan berbeda.” Yelena Druzhkova, kepala partisipasi ITTF.
Penggunaan teknologi tidak hanya terbatas pada konferensi video layanan online ITTF, melainkan juga disajikan oleh Stupa Analytics secara jarak jauh. Stupa Analytics menyediakan asosiasi anggota dengan pilihan untuk meng-upload video atlet mereka untuk dianalisis, dan hasilnya dibagikan kepada pelatih dan atle itu sendiri. Membagikan beberapa peralatan yang ditunjukkan kepada anggota asosiasi guna berkesempatan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi mereka untuk memudahkan dalam meraih podium.
Dalam minggu-minggu mendatang, edisi 2022 program partisipasi ITTF akan diluncurkan dengan konten yang baru, ekspansi menu layanan via online dan insentif baru dari keanggotaan mitra. ITTF akan terus memberikan informasi tersebut secara spesifik.