sumber : mhtabletennis.com
Servis merupakan permainan pembuka bagi kedua pemain untuk memperebutkan
sebuah poin. Seringkali, pemain menggunakan trik khusus agar servis yang dilakukan
menjadi sulit diterima lawan. Servis ilegal merupakan cara curang untuk mendapatkan
poin yang sebenarnya dilarang secara resmi oleh ITTF. ITTF telah mengatur syarat
agar servis menjadi sah.
Dalam pertandingan tenis meja, setiap pemain diberikan dua kali servis secara
berturut-turut. Servis menjadi pembuka permainan yang sangat krusial dalam tenis
meja. Servis merupakan taktik sekaligus menjadi cara cepat untuk mendapatkan poin.
Namun, dalam pertandingan tidak resmi, banyak pemain yang menggunakan servis ilegal
demi meraih kemenangan.
Pada dasarnya ITTF secara resmi telah memberikan syarat agar servis yang dilakukan
pemain menjadi sah. Saat melakukan servis, wasit turut memperhatikan pemain dari
memegang bola, hingga selesai melakukan servis. Namun, pada pertandingan tertentu,
aturan servis yang ketat tidak diperhatikan oleh wasit. Alhasil pemain dapat melakukan
kecurangan terhadap lawannya.
Salah satu cara curang saat melakukan servis dengan menyembunyikan bola saat
hendak memukul. Hal tersebut jelas melanggar, karena syarat sah servis salah satunya
adalah musuh dapat melihat arah bola dengan jelas. Cara curang lainnya yaitu tidak
melempar bola melebihi 15 cm. Bola yang tidak dilempar dengan ketinggian tersebut,
akan menambah putaran dan kecepatan pada bola. Hal tersebut akan membuat lawan kaget
dan tidak siap menerima servis.
Terdapat kasus pada pertandingan tingkat nasional di Cina. Salah satu pemain
dengan curang melakukan Illegal Serve. Hal tersebut disadari oleh lawannya.
Menyadari kecurangan dalam servis, pihak lawan protes kepada wasit untuk menganulir
servis yang dilakukan lawannya. Namun, wasit tidak berkompeten dan menganggap Illegal
Serve tersebut sah. Selama jalannya pertandingan, pemain tersebut tetap melakukan
Illegal Serve, pihak lawan dan pelatihnya pun terus protes kepada wasit. Ironisnya,
wasit tersebut malah menjatuhi kartu kuning. Secara fakta, dia secara sah boleh
protes kepada wasit bila lawannya melakukan kecurangan.
Illegal Serve sangat merugikan pihak sebelah. Pertandingan tidak akan adil
karena pemain akan kesulitan dalam menerima Illegal Serve. Hal tersebut kerap terjadi
pada pertandingan non resmi dari ITTF. Namun, untuk pertandingan resmi yang digelar
WTT dan ITTF, wasit akan ketat dan tegas dalam memantau servis yang dilakukan setiap
pemain.