Senin, 02 Mei 2022

Ilegal Serve, Cara Curang Raih Kemenangan Tenis Meja

sumber : mhtabletennis.com


Servis merupakan permainan pembuka bagi kedua pemain untuk memperebutkan sebuah poin. Seringkali, pemain menggunakan trik khusus agar servis yang dilakukan menjadi sulit diterima lawan. Servis ilegal merupakan cara curang untuk mendapatkan poin yang sebenarnya dilarang secara resmi oleh ITTF. ITTF telah mengatur syarat agar servis menjadi sah.

Dalam pertandingan tenis meja, setiap pemain diberikan dua kali servis secara berturut-turut. Servis menjadi pembuka permainan yang sangat krusial dalam tenis meja. Servis merupakan taktik sekaligus menjadi cara cepat untuk mendapatkan poin. Namun, dalam pertandingan tidak resmi, banyak pemain yang menggunakan servis ilegal demi meraih kemenangan.

Pada dasarnya ITTF secara resmi telah memberikan syarat agar servis yang dilakukan pemain menjadi sah. Saat melakukan servis, wasit turut memperhatikan pemain dari memegang bola, hingga selesai melakukan servis. Namun, pada pertandingan tertentu, aturan servis yang ketat tidak diperhatikan oleh wasit. Alhasil pemain dapat melakukan kecurangan terhadap lawannya.

Salah satu cara curang saat melakukan servis dengan menyembunyikan bola saat hendak memukul. Hal tersebut jelas melanggar, karena syarat sah servis salah satunya adalah musuh dapat melihat arah bola dengan jelas. Cara curang lainnya yaitu tidak melempar bola melebihi 15 cm. Bola yang tidak dilempar dengan ketinggian tersebut, akan menambah putaran dan kecepatan pada bola. Hal tersebut akan membuat lawan kaget dan tidak siap menerima servis.

Terdapat kasus pada pertandingan tingkat nasional di Cina. Salah satu pemain dengan curang melakukan Illegal Serve. Hal tersebut disadari oleh lawannya. Menyadari kecurangan dalam servis, pihak lawan protes kepada wasit untuk menganulir servis yang dilakukan lawannya. Namun, wasit tidak berkompeten dan menganggap Illegal Serve tersebut sah. Selama jalannya pertandingan, pemain tersebut tetap melakukan Illegal Serve, pihak lawan dan pelatihnya pun terus protes kepada wasit. Ironisnya, wasit tersebut malah menjatuhi kartu kuning. Secara fakta, dia secara sah boleh protes kepada wasit bila lawannya melakukan kecurangan.

Illegal Serve sangat merugikan pihak sebelah. Pertandingan tidak akan adil karena pemain akan kesulitan dalam menerima  Illegal Serve. Hal tersebut kerap terjadi pada pertandingan non resmi dari ITTF. Namun, untuk pertandingan resmi yang digelar WTT dan ITTF, wasit akan ketat dan tegas dalam memantau servis yang dilakukan setiap pemain. 

Bijak Menentukan Bet Sebagai Senjata Utama Tenis Meja

sumber : blog.tabletennis11.com Bet  menjadi salah satu alat wajib dalam bermain tenis meja. Setiap bet memiliki komposisi kay...