Sumber : worldtabletennis.com
Tenis meja diartikan sebagian orang sebagai olahraga yang
mudah dan tampak tidak menarik. Jika ditinjau dari segi teknis, tenis meja
merupakan olahraga yang sulit. Setiap pemain dituntut memiliki kemampuan teknis
dan fisik yang tinggi. Bila diperhatikan secara seksama, tenis meja merupakan
olahraga yang sulit dan tidak sekedar memukul bola saja.
Di Indonesia, tenis meja menjadi olahraga yang kurang diminati oleh banyak
orang. Tenis meja masih dianggap remeh oleh orang yang belum pernah
memainkannya. Apalagi stereotipe bahwa bermain tenis meja hanya tentang memukul
bola. Ditambah peralatan meja yang tidak murah. Bermain tenis meja juga tidak
dapat dilakukan di sembarang tempat. Hal tersebut menjadi alasan mengapa
kebanyakan orang tidak tertarik bermain tenis meja.
Justru sebaliknya, tenis meja merupakan olahraga yang sulit. Bahkan
pemain profesional bernama Dimitri Ovtcharov mengakui bahwa tenis meja adalah
olahraga yang sulit. Pemain dituntut memiliki kelenturan serta kekuatan pada
otot tangan hingga kaki. Teknik dalam memukul bola juga tidak sembarang,
apalagi bola melaju cepat dan berputar. Butuh waktu berbulan-bulan untuk pemain
baru agar menguasai teknik pukulan, itu pun masih terdapat teknik lain yang
memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Setiap atlet, rata-rata mulai berlatih sejak dini. Saat umur kita masih
dini, otak kita cenderung mampu mengingat dengan mudah. Anggota tubuh di umur
muda juga masih lentur dan dapat mengikuti arahan pelatihan dengan mudah. Pada
awal latihan, atlet akan fokus berlatih untuk mendapatkan feel saat
memukul bola. Selain teknik memukul, langkah dan posisi kaki juga sangat
diperhatikan agar posisi tubuh seimbang dalam memukul bola.
Selain menuntut kekuatan fisik, bermain tenis juga memerlukan ketajaman
mata dalam melihat arah dan putaran bola. Dalam menentukan putaran bola, otak
dan mata menjadi faktor utama sebelum mengambil kuda-kuda untuk memukul bola. Faktor
keselarasan antara tangan dan kaki sangat diperlukan untuk kesempurnaan teknik
ketika memukul bola.
Dalam permainannya, setiap atlet memiliki gaya masing-masing. Secara umum,
gaya permainan tenis meja dibedakan menjadi menyerang (offensive),
bertahan (defensive), dan keduanya (all-round). Tentunya setiap
gaya memiliki teknik khusus dan cara bermain yang beda.
Olahraga tenis meja merupakan salah satu olahraga sulit dan kompleks. Kemampuan
fisik, mental, hingga otak turut digunakan dalam bermain tenis meja. Hal itulah
mengapa olahraga ini menjadi salah satu olahraga yang sulit.