Senin, 16 Mei 2022

Korea Menampilkan Potensinya pada WTT Contender Linz

sumber : ittf.com


Lee Hoyun, Korea Selatan telah mendominasi pada gelar seri WTT keduanya dengan membuahkan hasil di WTT Contender Linz 2022 U19 tunggal putra. Peringkat 50 dunia tersebut tampil mengesankan dan mengamankan lima piala Internasional pada WTT Contender Metz 2022 U17 tunggal putra dan Linz demi mengukir sejarahnya.

Salah satu tantangan besar Lee pada putaran awal sistem knock-out. Pada umur 15 tahun tersebut, Lee melibas pertandingan ke lima putaran 32 dengan mengalahkan pemain India, Deepit Patil dengan skor (11-13, 11-5, 11-7, 11-13, 11-3). Mengikuti langkah baik sebelumnya, Lee berhasil mengeliminasi lawan asal Australia, Nicholas Lum yang diunggulkan dengan skor (11-9, 11-8, 13-15, 11-4) dan Belgia, Louis Laffineur dengan skor (11-8, 7-11, 11-6, 11-6) untuk mengamankan tiket menuju final. Dengan seluruh tenaga, Lee bertanding dengan keras kala melawan pemain Jepang, Hayate Suzuki dengan berhasl memenangkan pertandingan tersebut dengan susah payah.

Pemain Korea lain, Oh Junsung berhasil menang di kategori U17 ketika   menegosiasikan undian rumit untuk mendapatkan tempatnya dalam daftar juara. Naik di atas kolam renang berbakat, Oh Junsung mengatasi pemain seperti Republik Ceko, Martin Sip, Sora Matsushima Jepang), dan Dragos Alexandru Bujor (Rumania) dalam perjalanan ke empat besar. Oh Junsung diikuti dengan kinerja baik untuk mengejutkan juara U19 Lee Hoyun (11-4, 6-11, 11-8, 12 — 10) sebelum naik peringkat atas mengalahkan Nicholas Lum dengan skor (11-9, 5-11, 11-6, 11-5).

Bagi Sora Matsushima, pencapaiannya tidak begitu tinggi dalam kejuaraan U17, tapi kejuaraan dunia tingkat junior sudah cukup menunjukkan performanya di kelas U15. Pemain dengan peringkat enam teratas, Matsushima sempat terombang-ambing saat melewati pertandingan pembuka dengan mengalami sedikit masalah dan membutuhkan tiga pertandingan untuk menggeser gelar Kwon Hyuk dengan skor (11-4, 11-7, 11-9). Sesama pemain andalan Jepang, Kazuki Yoshiyaman menunggu titel pertandingan yang sudah direncanakan pada pertandingan berikutnya. Pasa akhirnya, Kazuki dapa mengangkat tangannya dengan bangga pada Contender Linz sebagai piala WTT pertamanya.

“Aku telah siap untuk titel ini” ucap Matsushima pasca kemenangannya. “Secara fisik, susah untuk mengatur dengan banyaknya pertandingan, namun saya berhasil melaluinya.”

Bijak Menentukan Bet Sebagai Senjata Utama Tenis Meja

sumber : blog.tabletennis11.com Bet  menjadi salah satu alat wajib dalam bermain tenis meja. Setiap bet memiliki komposisi kay...