sumber : ittf.com
Lee Hoyun, Korea Selatan telah mendominasi pada gelar seri
WTT keduanya dengan membuahkan hasil di WTT Contender Linz 2022 U19 tunggal
putra. Peringkat 50 dunia tersebut tampil mengesankan dan mengamankan lima piala
Internasional pada WTT Contender Metz 2022 U17 tunggal putra dan Linz demi
mengukir sejarahnya.
Salah satu tantangan besar Lee pada putaran awal sistem knock-out. Pada
umur 15 tahun tersebut, Lee melibas pertandingan ke lima putaran 32 dengan
mengalahkan pemain India, Deepit Patil dengan skor (11-13,
11-5, 11-7, 11-13, 11-3). Mengikuti langkah baik sebelumnya, Lee berhasil
mengeliminasi lawan asal Australia, Nicholas Lum yang diunggulkan dengan skor
(11-9, 11-8, 13-15, 11-4) dan Belgia, Louis Laffineur dengan skor (11-8,
7-11, 11-6, 11-6) untuk mengamankan tiket menuju final. Dengan seluruh tenaga,
Lee bertanding dengan keras kala melawan pemain Jepang, Hayate Suzuki dengan
berhasl memenangkan pertandingan tersebut dengan susah payah.
Pemain Korea lain, Oh
Junsung berhasil menang di kategori U17 ketika
menegosiasikan undian rumit untuk mendapatkan tempatnya dalam daftar
juara. Naik di atas kolam renang berbakat, Oh Junsung mengatasi pemain seperti Republik
Ceko, Martin Sip, Sora Matsushima Jepang), dan Dragos Alexandru Bujor (Rumania)
dalam perjalanan ke empat besar. Oh Junsung diikuti dengan kinerja baik untuk
mengejutkan juara U19 Lee Hoyun (11-4, 6-11, 11-8, 12 — 10) sebelum naik
peringkat atas mengalahkan Nicholas Lum dengan skor (11-9, 5-11, 11-6, 11-5).
Bagi Sora Matsushima,
pencapaiannya tidak begitu tinggi dalam kejuaraan U17, tapi kejuaraan dunia
tingkat junior sudah cukup menunjukkan performanya di kelas U15. Pemain dengan
peringkat enam teratas, Matsushima sempat terombang-ambing saat melewati
pertandingan pembuka dengan mengalami sedikit masalah dan membutuhkan tiga pertandingan
untuk menggeser gelar Kwon Hyuk dengan skor (11-4, 11-7, 11-9). Sesama pemain
andalan Jepang, Kazuki Yoshiyaman menunggu titel pertandingan yang sudah
direncanakan pada pertandingan berikutnya. Pasa akhirnya, Kazuki dapa
mengangkat tangannya dengan bangga pada Contender Linz sebagai piala WTT
pertamanya.
“Aku telah siap untuk
titel ini” ucap Matsushima pasca kemenangannya. “Secara fisik, susah untuk
mengatur dengan banyaknya pertandingan, namun saya berhasil melaluinya.”